Hardiknas 2026, Bupati Tanimbar Baca Pidato Nasional, Tekankan Karakter-Kualitas Pendidikan

ChatGPT Image 2 Mei 2026 17.51.51

FAKTA MALUKU, Tanimbar – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dengan penuh penghayatan di Gedung Natar Kaumpu, Saumlaki, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di hadapan para pelajar, guru, dan insan pendidikan.

IMG 20260502 WA0133

Dalam pidato tersebut, pemerintah menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberadaban.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia. Ia dilaksanakan dengan penuh kasih sayang untuk menumbuhkan potensi, karakter, dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” demikian disampaikan dalam pidato yang dibacakan Bupati.

Pidato itu juga menggarisbawahi pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai fondasi pendidikan nasional melalui konsep among, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan), yang tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Lebih lanjut, pemerintah menekankan bahwa pendidikan merupakan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun karakter dan peradaban. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan sumber daya manusia sebagai kunci menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.

Dalam pidato tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memaparkan lima kebijakan strategis utama yang tengah dijalankan. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 16 ribu satuan pendidikan telah direvitalisasi dan ratusan ribu sekolah telah memanfaatkan perangkat digital interaktif.

Kedua, peningkatan kualitas guru melalui pemenuhan kualifikasi, pelatihan kompetensi, serta peningkatan kesejahteraan. Pemerintah, disebutkan, terus memberikan dukungan berupa beasiswa pendidikan dan program pelatihan, termasuk di bidang teknologi dan kecerdasan artifisial.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif. Program ini mencakup pembiasaan positif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan Pramuka, hingga pembelajaran berbasis pengalaman yang menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan.

Keempat, peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM. Selain itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) diperkenalkan sebagai instrumen evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui sekolah terbuka, pembelajaran jarak jauh, dan layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

Dalam penutup pidato, ditekankan bahwa keberhasilan seluruh kebijakan pendidikan sangat bergantung pada tiga hal utama, yakni perubahan pola pikir (mindset), kekuatan mental, dan keteguhan misi.

“Tanpa ketiganya, berbagai program hanya akan menjadi formalitas dan angka-angka semata,” ujar Bupati saat membacakan bagian akhir pidato.

Upacara Hardiknas di Saumlaki tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan, diikuti oleh unsur Forkopimda, tenaga pendidik, serta para siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Peringatan tahun ini menjadi pengingat kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan merupakan kunci dalam mewujudkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri terkhususnya di Bumi Duan Lolat.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *