FM, Tanimbar – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar lewat Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkossu, saat membuka secara resmi Kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Tahun 2026, yang berlangsung di Pendopo Bupati, Saumlaki, Rabu (5/8/2026).

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa persoalan stunting bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, kehadiran para peserta dari unsur pemerintah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga para pemangku kepentingan lainnya merupakan bukti nyata bahwa upaya membangun generasi sehat harus dilakukan secara bersama-sama.
“Penanganan stunting adalah tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan semangat gotong royong dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar setiap anak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar memperoleh hak untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas Moriolkossu.
Ia menjelaskan, stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia karena dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan, kesehatan, produktivitas, hingga kualitas generasi penerus bangsa di masa depan.
Karena itu, lanjutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu, terarah, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, maupun berbagai lembaga lainnya.
Sekda menjelaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan inisiatif nasional yang digagas pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini mengedepankan semangat gotong royong dengan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang berisiko stunting melalui aksi nyata dan kepedulian sosial.
Menurutnya, kegiatan pembinaan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, memperkuat kapasitas para pengelola program dan seluruh pihak terkait agar bantuan GENTING dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.
Pembinaan dilakukan melalui penguatan pemahaman, koordinasi lintas sektor, pendampingan pelaksanaan program, serta penguatan tata kelola distribusi bantuan sehingga seluruh proses berjalan efektif dan berkelanjutan.
Tujuan kedua adalah memperluas partisipasi masyarakat dengan mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi sosial, lembaga keagamaan, hingga individu untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga sasaran.
“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang kita mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujarnya.
Moriolkossu juga menekankan bahwa bantuan dalam Program GENTING tidak terbatas pada pemberian makanan bergizi semata, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga sasaran. Bantuan tersebut meliputi pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita, penyediaan rumah layak huni, pembangunan jamban sehat, penyediaan akses air bersih, hingga edukasi dan pendampingan mengenai pola hidup sehat, pola asuh yang baik, serta pemenuhan gizi seimbang.
Menurutnya, pendekatan yang menyeluruh tersebut diharapkan mampu mengatasi akar penyebab stunting, baik dari aspek gizi, sanitasi, lingkungan, maupun perubahan perilaku masyarakat.
Pada kesempatan itu, Sekda mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, BUMN, BUMD, pelaku usaha, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, komunitas, hingga masyarakat yang memiliki kepedulian sosial untuk bergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Dirinya menegaskan, bahwa menjadi orang tua asuh bukan sekadar memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Tanimbar.
Selain itu, Moriolkossu berharap seluruh perangkat daerah, penyuluh KB, tenaga kesehatan, kader, dan Tim Pendamping Keluarga terus memperkuat sinergi melalui pendampingan, pemantauan, dan evaluasi sehingga seluruh bantuan benar-benar diterima oleh keluarga sasaran sesuai kebutuhan mereka.
“Mari kita bergandengan tangan memperkuat kepedulian sosial dan menjadikan GENTING sebagai gerakan bersama demi melahirkan generasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang sehat, cerdas, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Mengakhiri sambutannya, Moriolkossu secara resmi membuka Kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2026, seraya berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat komitmen, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan angka stunting di Bumi Duan Lolat.(FM-01).













