FM, Tanimbar – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Elim Latdalam menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-V di Gedung Gereja Bethel, Negeri Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Minggu (26/7/2026).
Konferensi yang merupakan forum tertinggi di tingkat cabang itu menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun arah kebijakan dan program kerja tiga tahun ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan memimpin pelayanan AMGPM Cabang Elim Bumi Nurlatu.

Ketua Cabang AMGPM Elim Latdalam, Kormasela Kanikir, menegaskan bahwa AMGPM tetap eksis dan terus berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan di Bumi Urlatu, meskipun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan pelayanan.
Menurutnya, Konfercab V bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan wadah konsolidasi organisasi untuk memperkuat pelayanan, mengevaluasi capaian program, serta merumuskan langkah strategis yang lebih relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat.
“Konferensi ini harus menjadi momentum memperkuat persatuan, menata kembali ritme pelayanan agar aktivitas di ranting-ranting tetap berjalan optimal, sekaligus mendorong penyelesaian pembangunan sekretariat cabang sebagai simbol eksistensi AMGPM ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Latdalam, Edwin Dasmasela, mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan konferensi sebagai ruang evaluasi yang objektif dan penyusunan program kerja yang realistis, terukur, serta memberi dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
“Konferensi ini bukan hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga mengevaluasi seluruh program kepengurusan sebelumnya secara jujur dan objektif. Program yang belum terlaksana harus dikaji penyebabnya agar dapat ditemukan solusi demi keberlanjutan organisasi,” tegasnya.
Dasmasela juga mengajak seluruh kader AMGPM menjalankan tanggung jawab organisasi dengan komitmen, integritas, dan semangat pelayanan yang berlandaskan iman kepada Tuhan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, ia mendorong AMGPM membangun kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani untuk mengembangkan sektor pertanian produktif sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan.
“Kita bisa memulai dari hal sederhana seperti pengembangan kebun sayur, kemudian berkembang ke komoditas lain. Potensi pertanian di Latdalam sangat besar apabila dikelola secara serius,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dasmasela turut menyinggung pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah melepas hak atas tanah.
“Saya tegaskan, jangan sekali-kali menjual tanah. Kelola tanah itu melalui pertanian produktif karena itulah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi masa depan masyarakat,” tandasnya.
Ia berharap Konfercab V mampu melahirkan pemimpin yang takut akan Tuhan, memiliki integritas, serta konsisten antara perkataan dan tindakan dalam membangun organisasi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Daerah AMGPM Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, menegaskan bahwa Konfercab V merupakan momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah pelayanan AMGPM di masa mendatang.
Menurutnya, konferensi menjadi ruang strategis untuk memperkokoh persatuan, membangun komitmen bersama, serta mempertegas peran AMGPM sebagai organisasi kader yang mampu menjawab tantangan zaman.
Ia mengapresiasi seluruh pengurus, panitia, dan kader AMGPM Cabang Elim Latdalam yang berhasil menyelenggarakan konferensi setelah kurang lebih dua tahun.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Konferensi Cabang ke-V ini dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Malisngorar juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kepulauan Tanimbar kini memasuki babak baru pasca-groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela pada 16 Juli 2026. Menurutnya, proyek strategis nasional tersebut menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan bagi generasi muda Tanimbar.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader AMGPM agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri, melainkan mulai mempersiapkan diri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Generasi muda harus meningkatkan kompetensi, keterampilan, disiplin, kemampuan teknologi, penguasaan bahasa, serta kapasitas kerja agar mampu bersaing mengisi peluang yang akan dibuka oleh pembangunan Blok Masela,” tegasnya.
Ia menyebut, berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta penjelasan pemerintah, proyek tersebut akan membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan dengan prioritas bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Menurutnya, Desa Latdalam merupakan salah satu wilayah yang akan merasakan dampak langsung pembangunan proyek tersebut sehingga masyarakat harus mempersiapkan diri sejak sekarang.
“Jangan menunggu kesempatan datang baru kita bersiap. Bersiaplah mulai hari ini agar ketika peluang itu hadir, kita benar-benar layak mengisinya,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Malisngorar berharap Konfercab V AMGPM Cabang Elim Latdalam melahirkan kepemimpinan yang visioner, program kerja yang adaptif terhadap kebutuhan jemaat dan masyarakat, serta kader-kader yang memiliki integritas, spiritualitas, dan kapasitas untuk membawa perubahan positif bagi gereja, daerah, dan bangsa.
Usai menyampaikan sambutannya, Ketua Daerah AMGPM Tanimbar Selatan secara resmi membuka Konferensi Cabang Ke-V AMGPM Cabang Elim Latdalam.(FM-01)













