FAKTA MALUKU, Tanimbar – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar resmi mengoperasikan RSUD dr. P.P. Magretty di Lauran, Senin (20/4/2026).
Pengoperasian Gedung Baru RSUD, dr. P. P. Magretti ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Bupati didampingi pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda dan Direktur RSUD.

Acara diawali dengan Misa Pemberkatan dipimpin oleh Vikaris Episkopal Kevikepan, Kepulauan Tanımbar dan MBD, RD. Poncio Ongirwalu, dilanjutkan prosesi pemberkatan gedung bersama para pastor dan Pdt. A. Sileti/Mailuhu.
Peresmian ini menjadi langkah strategis daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menjawab tantangan akses layanan medis yang selama ini masih timpang.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengoperasian rumah sakit tersebut bukan sekadar peresmian fasilitas baru, tetapi bagian dari komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.
“Pembangunan sektor kesehatan adalah prioritas strategis. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sistem pelayanan yang terencana, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tegas Bupati.
Sebelumnya, RSUD dr. P.P. Magretty beroperasi di Saumlaki. Namun, keterbatasan infrastruktur dinilai tidak lagi memadai untuk menunjang pelayanan optimal. Pemerintah daerah kemudian mengambil kebijakan memindahkan operasional ke Lauran, dengan fasilitas yang lebih representatif dan siap menghadapi tuntutan layanan kesehatan modern.
Bupati menjelaskan, kehadiran rumah sakit ini juga menjadi bagian dari penataan sistem layanan kesehatan yang lebih terintegrasi. RSUD dr. P.P. Magretty Lauran diharapkan berfungsi sebagai pusat rujukan utama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak ditentukan oleh megahnya bangunan, melainkan kualitas pelayanan yang diberikan.
“Tenaga medis dan manajemen rumah sakit harus membangun sistem pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di desa dan wilayah kepulauan. Menurutnya, tidak boleh lagi ada kesenjangan akses antara pusat kota dan daerah terpencil.
“RSUD ini harus menjadi simpul utama jejaring layanan kesehatan, dari puskesmas hingga rujukan lanjutan, agar masyarakat tidak lagi terbebani jarak, waktu, dan biaya,” tambahnya.
Selain pembangunan fisik, Bupati menekankan pentingnya transformasi tata kelola layanan, termasuk digitalisasi sistem, transparansi administrasi, serta kepastian standar pelayanan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memperkuat sektor kesehatan melalui peningkatan fasilitas, pemenuhan tenaga medis, hingga pembenahan puskesmas, meskipun membutuhkan pembiayaan besar.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh masyarakat Tanimbar, tanpa terkecuali, mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat dan dunia usaha, agar operasional rumah sakit berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan bahwa kualitas layanan juga ditentukan oleh lingkungan rumah sakit yang bersih, aman, dan nyaman.
“Rumah sakit ini harus menjadi tempat yang memberi rasa tenang, bukan hanya untuk penyembuhan fisik, tetapi juga pemulihan secara menyeluruh,” ujarnya.
Dengan peresmian tersebut, Bupati secara resmi menyatakan RSUD dr. P.P. Magretty Lauran mulai beroperasi, menandai babak baru pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, tokoh agama, para pejabat struktural di jajaran Pemda, Kt. TP PKK Kabupaten Kepulauan Tanımbar, Ny. Sheren Amelinda Jauwerissa, serta direktur serta manajemen dan tenaga kesehatan RSUD serta ASN di jajaran Pemda.(NS).













