Manfaatkan Hari Libur, Bupati Jauwerissa Turun Langsung Pantau Produksi Ikan Asin

IMG 20261019 WA0001

FAKTAMALUKU – Hari libur tak menghalangi Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, untuk melihat langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mengunjungi lokasi produksi ikan asin di Gedung Putih, Pasar Omele, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Jumat (17/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan aktivitas pengolahan hasil laut yang melibatkan masyarakat lokal dan memiliki jangkauan pemasaran hingga ke Pulau Jawa.
Di lokasi itu, Bupati menyaksikan langsung proses pengolahan ikan asin yang dikelola sejumlah kelompok masyarakat Desa Ilngei melalui kemitraan dengan seorang pengusaha asal Jawa. Warga setempat dilibatkan dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pembersihan ikan, penggaraman hingga penjemuran.

Di tengah hamparan ikan yang dijemur, Bupati Jauwerissa berdialog dengan para pekerja dan pemilik usaha. Ia melihat langsung bagaimana hasil laut Tanimbar diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Bupati mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan produksi tersebut. Menurutnya, semangat warga untuk terus bekerja dan menghasilkan produk olahan menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Kita sangat mengapresiasi semangat warga Ilngei. Di hari libur pun mereka tetap produktif. Ini bukti bahwa masyarakat kita mau bekerja keras. Hasil produksi ikan asin dari sini kualitasnya sangat baik, bahkan sudah diekspor ke Jawa dan juga dijual untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kota Saumlaki,” ujar Jauwerissa.

Pemasaran ikan asin produksi kelompok masyarakat Desa Ilngei disebut telah menjangkau Pulau Jawa. Sementara itu, sebagian hasil produksi lainnya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Saumlaki dan wilayah sekitarnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya peluang bagi pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan di Kepulauan Tanimbar. Hasil laut tidak hanya dapat dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih panjang dan nilai jual yang berbeda.

Namun, keberlanjutan usaha semacam ini turut bergantung pada kepastian pasokan bahan baku, kualitas produk, akses pemasaran, serta kemampuan pelaku usaha lokal memperkuat produksi secara berkelanjutan.

Bupati berharap pola kemitraan antara pengusaha dan kelompok masyarakat setempat dapat terus dikembangkan. Menurutnya, kerja sama tersebut berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil laut daerah.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung UMKM dan industri pengolahan hasil perikanan seperti ini. Ini sejalan dengan visi kita menjadikan Tanimbar sebagai lumbung ikan nasional, tidak hanya menjual ikan segar, tapi juga produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi,” tutupnya.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat lebih dekat peran masyarakat dalam rantai usaha perikanan, mulai dari pengolahan hingga pemasaran.(FM-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *