FAKTA MALUKU – Kabupaten Kepulauan Tanimbar dinilai memiliki modal besar untuk melangkah lebih cepat. Kekayaan sumber daya mineral, Blok Masela, serta kualitas sumber daya manusia menjadi kekuatan yang diyakini mampu membawa daerah berjuluk Bumi Duan Lolat itu menuju fase pembangunan yang lebih pesat.
Keyakinan tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar di Lapangan Mandriak, Sifnana, Senin (5/10/2026).

Djauhari, yang pernah berkunjung ke Tanimbar sekitar tujuh tahun lalu, mengaku melihat perubahan dan perkembangan yang sangat pesat di daerah tersebut.
“Mungkin tahun depan sudah dapat panggil pulang tapi baru ketemu Bapak presiden kita lihat perkembangan nanti, tapi yang beda mau sampaikan bahwa diulang tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar ternyata sejak Beta berkunjung ke sini 7 tahun lalu perkembangannya sangat pesat,” kata Djauhari.

Menurutnya, Tanimbar memiliki kekayaan sumber daya mineral yang besar, terlebih dengan hadirnya pengembangan Blok Masela. Selain sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia Tanimbar juga menjadi modal penting bagi kemajuan daerah.
“Kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat kaya dengan sumber daya mineral khususnya sekarang ada blok Gas juga sumber daya manusia,” ujarnya.

Djauhari bahkan menaruh keyakinan besar terhadap masyarakat Tanimbar yang dinilainya memiliki kemampuan untuk berkembang dan bersaing.
“Orang-orang Tanimbar itu pandai-pandai berangkat dari itu Beta sangat percaya bahwa Kabupaten Kepulauan Tanimbar di hari ulang tahun yang ke-27 akan menjadi mainston untuk melangkah maju ke depan,” katanya.
Di tengah optimisme tersebut, Djauhari juga mengingatkan bahwa Tanimbar tidak membangun dalam situasi global yang sepenuhnya stabil.
Ia menyebut kondisi dunia saat ini menghadapi berbagai guncangan yang turut berdampak terhadap negara-negara, termasuk Indonesia dan Tiongkok.
“Sedikit mengenai situasi dunia saat ini memang tidak baik-baik amat karena itu pasti ada guncangan-guncangan di berbagai belahan dunia. Guncangan itu sedang terasa termasuk juga di China termasuk kita juga,” tuturnya.
Djauhari menyinggung kondisi nilai tukar dolar yang sempat menembus angka Rp18.000 sebelum kembali turun setelah adanya intervensi.
“Kurs dollar sudah tembus 18.000 tapi dengan intervensi sudah turun lagi,” ujarnya.
Namun, ia melihat berbagai tekanan global tersebut justru harus menjadi tantangan bagi Tanimbar untuk terus bergerak maju.
“Namun Beta percaya bahwa goncangan-goncangan tersebut juga menjadi tantangan yang luar biasa agar Kabupaten ini tetap maju,” tegasnya.
Djauhari juga bilang keyakinannya terhadap kepemimpinan Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, bersama Wakil Bupati Juliana Ch.Ratuanak dan DPRD.
Ia mengaku pernah membicarakan kepemimpinan Tanimbar saat Ricky terpilih, termasuk dalam sejumlah komunikasi di Jakarta.
“Dan kita sangat yakin bahwa kepemimpinan Bupati karena waktu antua terpilih katorang ada bicara banyak di Jakarta dengan wakil bupati serta pimpinan DPRD,” katanya.
Djauhari berharap momentum HUT ke-27 menjadi titik penting bagi percepatan pembangunan Tanimbar, terutama setelah Blok Masela diresmikan.
“Mudah-mudahan HUT ke 27 ini Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan melaju secara pesat apalagi telah diresmikannya blok Masela,” ujarnya.
Sebagai Dubes RI di Tiongkok, Djauhari juga menegaskan besarnya peluang investasi dari negeri tersebut untuk Indonesia, termasuk bagi daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Tanimbar.
“Beta sendiri hadir dengan beberapa investor yang tertarik berinvestasi disini memang investasi dari seluruh dunia itu yang paling banyak dari Tiongkok selama Beta disana investasi yang Beta bawa ke Indonesia itu lebih dari 70.000 Miliar US Dollar,” ungkapnya.
Ia kemudian membandingkan besarnya hubungan perdagangan Indonesia dengan Tiongkok dengan negara-negara lain.
“Perdagangan dengan Tiongkok itu paling besar di seluruh dunia tahun ini bisa 200 Miliar perdagangan kita dengan Amerika hanya 50 Miliar dollar eropa itu Hanya 25 US Dollar,” katanya.
Tak berhenti pada pernyataan dukungan, Djauhari menyatakan akan membawa kepentingan pembangunan Tanimbar dalam komunikasi dengan sejumlah pejabat di tingkat nasional maupun daerah.
Sepulang dari Tanimbar, Djauhari mengatakan akan bertemu dengan sejumlah pejabat, termasuk wali kota, gubernur, dan beberapa menteri di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, ia berjanji akan menyampaikan dan mendorong perhatian terhadap program pembangunan yang sedang dijalankan Pemkab Kepulauan Tanimbar.
“Nah kembali dari sini Beta akan ketemu dengan pak walikota gubernur dan juga beberapa menteri dari jakarta nanti Beta akan buang-buang suara kepada mereka untuk memperhatikan program-program dari pak Bupati ibu wakil dan tentunya di dukung sepenuhnya oleh DPRD,” ujarnya.
Menurut Djauhari, percepatan pembangunan Tanimbar membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk sumber daya manusia Tanimbar yang berada di dalam maupun luar daerah.
“Dan tentunya oleh sumber daya manusia yang berada di kabupaten maupun di tempat lain yang siap untuk kabupaten Kepulauan Tanimbar biar semakin maju,” tandasnya.
Pernyataan Djauhari itu menempatkan HUT ke-27 Tanimbar bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat dukungan investasi, mengoptimalkan potensi Blok Masela, dan membuka ruang lebih besar bagi Tanimbar untuk melangkah dalam arus pembangunan nasional dan global.(FM-01)













