Lapangan Bakayaman Jadi Ruang Ujian, Siswa SMP Negeri 1 Selaru Tampil Penuh Percaya Diri

ChatGPT Image 3 Mei 2026 22.18.45

FAKTA MALUKU, Selaru – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Selaru menjadikan Lapangan Bakayaman sebagai ruang ujian yang berbeda. Dengan balutan busana adat dan pertunjukan seni, mereka menunjukkan kreativitas di hadapan masyarakat.

Ratusan siswa tampil percaya diri mengenakan busana adat, mulai dari kemegahan tenun ikat Tanimbar hingga ragam pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun, ini bukan karnaval. Ini adalah Ujian Praktik Akhir yang dengan sengaja digelar di ruang publik untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

IMG 20260503 WA0209
Langkah berani pihak sekolah menyelenggarakan ujian di tengah masyarakat bukan tanpa alasan. Selain menguji kemampuan siswa, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana membangun keberanian dan rasa bangga terhadap identitas budaya.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat. Dengan tampil di tengah masyarakat, mereka belajar percaya diri dan bangga sebagai anak Tanimbar. Ini bukan sekadar ujian, tapi proses membangun fondasi karakter,” ujar Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Selaru, Yultas Yulius Sarbunan di Adaut, Kamis (30/4/2026).

Berbagai penampilan tersaji dalam satu panggung besar. Tarian tradisional, musik daerah, hingga peragaan busana menjadi bukti nyata kreativitas siswa yang tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga pada penghayatan nilai budaya.

IMG 20260503 WA0211 scaled

Menariknya, meski menampilkan keberagaman budaya Nusantara, sorotan utama tetap pada kekayaan lokal Maluku dan Tanimbar. Hal ini menjadi strategi sekolah untuk menanamkan identitas kultural sejak dini di tengah arus globalisasi yang kian deras.

Lapangan Bakayaman yang biasanya menjadi pusat aktivitas warga, kini bertransformasi menjadi ruang edukasi terbuka—tempat budaya, pendidikan, dan masyarakat berkelindan dalam satu momentum.

Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat Desa Adaut. Orang tua siswa dan warga sekitar tampak memadati area lapangan, menyaksikan setiap penampilan dengan antusias. Tepuk tangan dan sorak bangga mengiringi setiap gerakan tari dan alunan musik yang ditampilkan para siswa.

Kehadiran masyarakat bukan sekadar menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan itu sendiri. Interaksi ini menunjukkan bahwa sekolah dan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda.

Ujian praktik ini merupakan integrasi dari beberapa mata pelajaran dalam satu pagelaran seni. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran kontekstual, penguatan karakter, serta pengembangan Profil Pelajar Pancasila.

Model evaluasi seperti ini dinilai lebih relevan, karena tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga keterampilan, sikap, dan keberanian siswa dalam mengekspresikan diri di ruang publik.

SMP Negeri 1 Selaru merupakan lembaga pendidikan menengah pertama yang berlokasi di Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Sekolah ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas yang tak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia.

Dengan inovasi seperti ujian praktik terbuka ini, SMP Negeri 1 Selaru tidak hanya mendidik siswa untuk lulus secara akademik, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang berakar kuat pada budaya dan siap menghadapi tantangan masa depan.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *