Diduga Dipicu Cemburu, Warga Keliobar Bacok Nelayan Hingga Leher Nyaris Putus

IMG 20260723 WA0000

FM, Tanimbar – Peristiwa berdarah menggegerkan warga Desa Keliobar, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (21/7/2026) malam.

Seorang nelayan bernama Naherson Elat (34) mengalami luka berat setelah dibacok menggunakan parang oleh Arnolis Martinus (48).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.25 WIT di depan rumah Kepala Desa Keliobar itu diduga dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan isu perselingkuhan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dan mendatangi lokasi WiFi yang berada di halaman rumah kepala desa. Korban kemudian memarahi serta mengusir sejumlah anak sekolah yang sedang menggunakan fasilitas internet tersebut.

Teriakan korban didengar pelaku yang saat itu berada di dalam rumah kepala desa. Pelaku kemudian keluar sambil membawa sebilah parang dan menegur korban.

Namun situasi dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan. Pelaku diduga langsung mengayunkan parang ke arah korban. Naherson berusaha menangkis serangan tersebut, tetapi tebasan parang mengenai siku kiri bagian bawah hingga nyaris putus.

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kembali mengayunkan parang dan mengenai bagian belakang leher korban. Akibatnya korban mengalami luka serius dan pendarahan hebat.

Melihat kejadian tersebut, Ketua BPD Desa Keliobar bersama sejumlah warga segera mengamankan pelaku ke dalam rumah kepala desa guna menghindari kemungkinan aksi lanjutan maupun amukan massa.

Sementara itu, warga lainnya berupaya memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum melaporkan peristiwa tersebut kepada personel Polsek Tanimbar Utara.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan pelaku serta melakukan serangkaian penyelidikan.

Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD dr. P.P. Magretti Ukurlaran sekitar pukul 23.59 WIT untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat luka bacok yang dideritanya.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga aksi penganiayaan tersebut dipicu rasa kesal pelaku terhadap korban terkait isu perselingkuhan yang melibatkan istri pelaku. Meski demikian, motif tersebut masih didalami penyidik dan belum dapat dipastikan secara resmi.

Pasca kejadian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Keliobar dilaporkan tetap aman dan kondusif berkat respons cepat aparat kepolisian, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat yang bergerak meredam potensi konflik lanjutan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait motif kejadian dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum.(FM-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *