Sail Darwin–Saumlaki 2026 Bukan Sekadar Pelayaran, Bupati Jauwerissa: Laut Jadi Jembatan Persahabatan dan Peluang Ekonomi

IMG 20260924 WA01191

FAKTAMALUKU – Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa menegaskan, Sail Darwin–Saumlaki Yacht Race and Rally 2026 bukan sekadar agenda pelayaran maupun seremoni, tetapi menjadi momentum strategis untuk mempererat persahabatan Indonesia–Australia sekaligus membuka peluang kerja sama dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Tanimbar.

Hal itu disampaikan Ricky Jauwerissa dalam Welcome Ceremony Sail Darwin–Saumlaki Yacht Race and Rally 2026, yang berlangsung di Halaman Kampung Kuliner, Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (24/9/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Juliana Ch. Ratuanak, Ketua DPRD, Richie Anggito, Ketua TP- PKK, Sheren Amelinda Jauwerissa serta Forkompinda Kepulauan Tanimbar.

IMG 20260924 150355 scaled

Bupati Jauwerissa dalam sambutannya, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan rombongan Sail Darwin di Saumlaki, Bumi Duan Lolat.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, saya menyampaikan selamat datang di Saumlaki, Bumi Duan Lolat, negeri yang menjunjung tinggi adat, budaya, persaudaraan, dan keramahan,” kata Ricky.

Menurutnya, kehadiran para peserta Sail Darwin di Tanimbar merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat daerah kepulauan tersebut.
Ricky menilai, perjumpaan dalam Sail Darwin–Saumlaki memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar kegiatan wisata bahari.

IMG 20260924 150038 scaled

“Sail Darwin-Saumlaki bukanlah sekadar sebuah agenda pelayaran dan bukan pula hanya sebuah kegiatan seremonial. Momentum ini adalah ruang perjumpaan yang mempertemukan manusia, budaya, gagasan, dan peluang antara Tanimbar dan Darwin, antara Indonesia dan Australia,” ujarnya.

Bupati Ricky kemudian menekankan posisi strategis laut bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar.

Menurutnya, bagi masyarakat Tanimbar, laut tidak seharusnya dipandang sebagai batas yang memisahkan, tetapi sebagai jembatan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.

IMG 20260924 151356 scaled

“Bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar, laut bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan jembatan yang menghubungkan dan membuka jalan bagi persahabatan serta kerja sama yang lebih luas,” katanya.

Ia berharap, pertemuan antara masyarakat Tanimbar dan peserta Sail Darwin dapat melahirkan kemitraan yang semakin konkret dan produktif.

Terlebih, kata Ricky, Tanimbar memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari kekayaan alam dan budaya, pariwisata, tenun ikat, UMKM, ekonomi kreatif hingga sektor kelautan.

Potensi tersebut, lanjutnya, akan semakin bernilai apabila dipadukan dengan pengetahuan, teknologi, jaringan, pasar dan peluang investasi.

IMG 20260924 150609 scaled

“Dari sinilah kita dapat memperluas pasar produk lokal, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat dan generasi muda,” jelasnya.

Ricky berharap Sail Darwin–Saumlaki tidak berhenti sebagai sebuah agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang berkelanjutan.
“Dari persahabatan lahir kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh kemitraan, dan dari kemitraan terbuka peluang,” ungkapnya.

Menurut Bupati, peluang yang lahir dari hubungan tersebut dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Semangat tersebut, kata Ricky, sejalan dengan filosofi Duan Lolat yang mengajarkan nilai penghormatan, keseimbangan, persaudaraan dan kehidupan bersama yang saling menopang.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar ingin membangun kolaborasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pelaku ekonomi kreatif, komunitas hingga generasi muda.

“Kita ingin Tanimbar bukan hanya menjadi daerah yang dikunjungi, tetapi menjadi mitra yang memiliki potensi, daya saing, dan kontribusi bagi kemajuan kawasan,” tegasnya.

Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Ricky juga mengajak seluruh masyarakat Tanimbar memberikan sambutan terbaik kepada para tamu dari Australia maupun peserta Sail Darwin lainnya.

Ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban dan keramahan selama berlangsungnya kegiatan.

“Mari kita tunjukkan bahwa Tanimbar adalah negeri yang bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga hangat untuk dikenang,” ajaknya.

Ricky juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta serta rombongan Sail Darwin yang telah hadir di Saumlaki.

Ia berharap setiap kedatangan dapat menjadi kehormatan, setiap perjumpaan menjadi persahabatan, dan setiap keberangkatan meninggalkan kenangan yang mendorong para peserta untuk kembali mengunjungi Tanimbar.

“Dari Saumlaki, Bumi Duan Lolat, mari kita jadikan laut sebagai jembatan yang menghubungkan, budaya sebagai bahasa persahabatan, dan kemitraan sebagai kekuatan untuk membuka peluang, menggerakkan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Ricky.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan Kabupaten Kepulauan Tanimbar siap terus membuka diri, memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, hubungan yang semakin terkoneksi akan memberikan ruang bagi Tanimbar untuk mengambil bagian dalam perkembangan kawasan yang lebih luas.

“Dengan semangat tersebut, Kabupaten Kepulauan Tanimbar siap terus membuka diri, memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, dan menjadi bagian dari kawasan yang semakin terhubung, maju, damai, dan sejahtera,” katanya.

Menutup sambutannya, Ricky kembali menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Sail Darwin–Saumlaki 2026.

“Selamat datang di Saumlaki. Selamat datang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Selamat datang di Bumi Duan Lolat,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh pihak menyukseskan Sail Darwin–Saumlaki 2026 sebagai momentum persahabatan, kolaborasi dan pembukaan peluang ekonomi untuk masa depan bersama.

“Semoga setelah meninggalkan Tanimbar, Saudara-saudari tidak hanya membawa kenangan tentang tempat ini, tetapi juga membawa kerinduan untuk kembali,”tandasnya.

Sementara itu, Event Organizer Darwin Club, Lucille Panting mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar atas sambutan yang di berikan.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya atas sambutan ini, karena belum tentu penyambutan di Darwin sama seperti di Tanimbar,” terang Lucille.

Dirinya menandaskan, semoga kegiatan ini tetap terjaga dan terjalin dengan baik.

Dalam semangat persahabatan Indonesia–Australia, Sail Darwin–Saumlaki 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar pelayaran sebuah ruang perjumpaan yang mempertemukan budaya, memperkuat jejaring, dan membuka peluang baru bagi masyarakat Tanimbar.(FM-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *