FM, Tanimbar – Groundbreaking Blok Masela bukan sekadar seremoni bagi masyarakat Tanimbar. Menyambut momentum bersejarah itu, pemuda Kristen Bumi Duan Lolat menyatakan dukungan penuh dan menyerukan persatuan demi masa depan daerah.
Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Persatuan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PS GMKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan komitmen bersama untuk mendukung penuh pelaksanaan groundbreaking proyek strategis nasional yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku tersebut.
Bagi para pemuda, dimulainya pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama. Lebih dari itu, momentum tersebut dipandang sebagai penanda dimulainya harapan baru bagi masyarakat Tanimbar setelah bertahun-tahun menantikan realisasi proyek energi raksasa yang disebut-sebut akan membawa perubahan besar bagi wajah pembangunan daerah.
Dalam pernyataan sikapnya, para pemuda menegaskan bahwa Blok Masela harus menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.
“Blok Masela bukan hanya tentang investasi dan industri migas. Di balik itu ada harapan masyarakat, ada mimpi anak-anak Tanimbar untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, dan ada cita-cita bersama agar daerah ini bisa tumbuh, maju sejahtera,” ungkap perwakilan Ketua Daerah AMGPM Tansel, Ricky Malisngorar di Saumlaki, Minggu (28/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, para pemuda Kristen Tanimbar juga menyampaikan harapan agar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dapat hadir langsung di Bumi Duan Lolat untuk menyaksikan sekaligus meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela.
Menurut mereka, kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu akan menjadi simbol kuat bahwa negara hadir dan memberikan perhatian nyata kepada masyarakat di kawasan timur Indonesia, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang selama ini menjadi lokasi proyek strategis nasional tersebut.
Bagi masyarakat Tanimbar, kunjungan Presiden bukan sekadar agenda kenegaraan. Kehadiran Presiden akan menjadi catatan sejarah yang membangkitkan optimisme masyarakat bahwa masa depan daerah ini benar-benar sedang dibangun.
“Kami berharap Presiden dapat hadir langsung di Tanimbar. Ini akan menjadi momen yang sangat bersejarah dan memberikan semangat besar bagi masyarakat yang selama ini menunggu kepastian pembangunan Blok Masela,” kata mereka.
Di tengah berbagai dinamika yang menyertai proses pembangunan proyek besar tersebut, para pemuda juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan situasi keamanan yang kondusif.
Mereka menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh investasi dan kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat semangat kebersamaan.
Seruan itu disampaikan karena Tanimbar selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, budaya Duan-Lolat, serta semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, kepentingan daerah harus ditempatkan di atas segala perbedaan. Mari kita tunjukkan bahwa Tanimbar adalah daerah yang aman, damai, dan siap menyambut investasi untuk masa depan generasi mendatang,” ujar mereka.
Para pemuda Kristen juga memberikan dukungan penuh kepada Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PSDK) dan Satuan Tugas (Satgas) yang saat ini bekerja di lapangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan pengembangan proyek Blok Masela.
Mereka mengapresiasi upaya pemerintah dan seluruh pihak yang terus membangun komunikasi dengan masyarakat agar setiap proses dapat berjalan secara transparan, adil, dan mengedepankan kepentingan rakyat.
Menurut mereka, tugas yang diemban tim di lapangan tidaklah ringan karena menyangkut harapan, hak, dan masa depan masyarakat. Karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik dan menghasilkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Bagi para pemuda Kristen, groundbreaking Lapangan Abadi Blok Masela harus menjadi awal dari babak baru pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Mereka berharap proyek tersebut tidak hanya menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda lokal untuk terlibat, berkarya, dan menjadi pelaku utama pembangunan di tanah kelahirannya sendiri.
Dengan semangat persatuan dan optimisme, para pemuda mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal momentum bersejarah tersebut demi mewujudkan Tanimbar yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Saat batu pertama itu diletakkan, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya fasilitas industri. Yang sedang dibangun adalah harapan baru bagi Tanimbar, bagi Maluku, dan bagi anak-cucu Bumi Duan Lolat.”(FM-01)













