Gubernur Hendrik Lewerissa: AMGPM Telah Membentuk Beta Jadi Kader yang Melayani

IMG 20251013 WA0173

FAKTA MALUKU, Ambon – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menjamu seluruh peserta Kongres ke-30 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di kediaman resmi Gubernur Maluku, kawasan Mangga Dua, Ambon, Senin malam (13/10/2025).

Gubernur didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Beby Lewerissa bersama Ketua MPH Sinode GPM, para ketua klasis, jajaran Pengurus Besar AMGPM, dan delegasi dari berbagai daerah di Maluku.

IMG 20251013 WA0174

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa bangga dan syukur dapat kembali berada di tengah keluarga besar AMGPM organisasi yang menurutnya telah menjadi tempat pembentukan karakter dan semangat pengabdiannya sejak muda.

“Beta berdiri dan bicara malam ini bukan saja sebagai Gubernur, tapi sebagai kader sinode. Kalau bukan karena AMGPM, mungkin Beta belum sampai di titik ini. Semua yang Beta capai adalah hasil karya dan binaan AMGPM. Itu testimoni Beta, di manapun Beta berada,”ungkapnya dengan lantang.

Gubernur menilai AMGPM merupakan organisasi kepemudaan gerejawi yang memiliki sistem pembinaan kader yang kuat, disiplin, dan berkarakter. Ia menyebut, dibandingkan banyak organisasi kepemudaan lain, AMGPM memiliki fondasi yang kokoh dan terbukti mampu bertahan lintas generasi.

“Angkatan muda punya struktur organisasi yang luar biasa. Dengan kekuatan itu, AMGPM harus terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah. Karena sebaik apapun program pemerintah, tanpa dukungan stakeholder termasuk AMGPM, visi pembangunan akan sulit diwujudkan,”tegas Lewerissa.

Sebagai kader senior AMGPM, Gubernur juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus dan kader di tingkat daerah, cabang, dan ranting atas dedikasi dan pelayanan yang tulus tanpa pamrih.

“Beta ucapkan terima kasih atas dedikasi yang diberikan dengan tulus. Tetaplah menjadi garam dan terang dunia. Pemerintah Provinsi Maluku akan selalu membutuhkan kerja dan kontribusi AMGPM,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Kongres ke-30 AMGPM memiliki makna strategis sebagai momentum refleksi dan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan. Ia menampik adanya kepentingan pribadi dalam dinamika pemilihan pengurus.

“Sebagai kader dan juga Gubernur, jangan pernah pikir bahwa Beta ikut campur dalam proses regenerasi AMGPM. Kepentingan Beta hanya satu: memastikan organisasi gereja ini tetap berjalan sesuai aturan dan mencerminkan roh pelayanan yang sejati,”tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Lewerissa menyampaikan doa dan harapan agar Kongres ke-30 AMGPM dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan organisasi dan gereja.

“Kalau semua berjalan teratur, AMGPM pasti mampu memberikan teladan bagi masyarakat. Katong punya cara sendiri mengatur organisasi, dan tidak boleh diintervensi siapapun. Doa Beta, semoga kongres ini membawa berkat bagi AMGPM, bagi gereja, dan bagi Maluku. Kasih setia Tuhan akan selalu memberkati katong samua,”tutup Gubernur.(NS) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *