FAKTA MALUKU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kini menuai sorotan. Pasalnya, di tengah besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk program tersebut, masih terdapat wilayah yang belum merasakan manfaatnya.
Salah satunya adalah Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Ironisnya, meski program MBG telah berjalan selama dua tahun, para siswa di wilayah tersebut hingga kini belum juga menikmati layanan makanan bergizi gratis.
Kondisi ini mendapat perhatian serius tokoh muda Henahetu yang juga menjabat Sekretaris Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Maluku, Petrus Tipawael, S.E.
Tipawael mengungkapkan keprihatinannya atas belum terealisasinya program MBG bagi siswa di seluruh sekolah di Kecamatan Leihitu Barat.
Menurutnya, persoalan tersebut patut dipertanyakan karena sejumlah persiapan infrastruktur, termasuk pembangunan dapur MBG di wilayah Hatu dan Alang, telah dilakukan. Bahkan, pihak sekolah juga telah berulang kali menyerahkan data yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Dapur MBG sudah dibangun di Hatu dan Alang, tetapi selama dua tahun ini belum berjalan. Data dari pihak sekolah di Kecamatan Leihitu Barat juga sudah berulang kali disampaikan. Lantas, apa yang menjadi kendala sehingga program ini belum juga direalisasikan?” tegasnya kepada media ini di Ambon, Minggu, (1/11/2026).
Dirinya menilai, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab, program MBG bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan kebijakan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi dan masa depan generasi muda.
Tipawael juga mempertanyakan lambannya realisasi program tersebut, mengingat secara geografis Kecamatan Leihitu Barat tidak terlalu jauh dari Kota Ambon yang merupakan ibu kota Provinsi Maluku.
Baginya, alasan keterbatasan jangkauan wilayah semestinya tidak menjadi penghambat utama bagi pelaksanaan program nasional tersebut.
Dirinya mendesak pihak-pihak terkait agar segera memberikan penjelasan sekaligus mengambil langkah konkret sehingga para siswa di Leihitu Barat tidak terus menjadi kelompok yang tertinggal dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Kami berharap program ini segera direalisasikan. Jangan sampai Presiden Prabowo sudah turun dari jabatannya, tetapi siswa-siswa di Leihitu Barat belum pernah sekalipun menikmati program Makan Bergizi Gratis,” tandasnya.
Tipawael menegaskan, pemerataan pelaksanaan program pemerintah harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai program yang digadang-gadang menjadi prioritas nasional justru belum menyentuh masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat.
Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar janji dan pembangunan fasilitas, melainkan kepastian kapan anak-anak sekolah di Leihitu Barat benar-benar bisa menikmati MBG.(FM-01)













