FAKTA MALUKU – Jondri Hursepuny, S.H., resmi terpilih sebagai Ketua AMGPM Cabang Ebenhaezer melalui Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa III yang berlangsung di Gedung Gereja Ebenhaezer, Saumlaki, Sabtu (31/10/2026).
Terpilihnya Jondri bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum penting untuk membenahi internal organisasi, memperkuat sistem kaderisasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan pemuda gereja di Tanimbar Selatan.

Ketua Daerah AMGPM Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya konferensi tersebut. Ia menilai, Cabang Ebenhaezer memiliki dinamika, tantangan, dan persoalan organisasi yang membutuhkan perhatian serta penanganan serius.
Malisngorar mengakui, penyelenggaraan Konfercab Istimewa III membutuhkan proses persiapan yang tidak singkat. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader yang telah bekerja keras hingga agenda organisasi tersebut dapat terlaksana.

Menurutnya, konferensi istimewa ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang sah dan sesuai dengan ketentuan Peraturan Organisasi (PO) AMGPM. Pelaksanaannya juga berkaitan dengan penugasan pimpinan Cabang Ebenhaezer sebelumnya untuk mengemban tanggung jawab pelayanan di tingkat daerah sebagai Ketua Bidang I AMGPM Daerah Tanimbar Selatan.
“Beta bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman di Cabang Ebenhaezer yang telah membuka ruang dan mempercayakan Bung Jen untuk menerima tugas serta tanggung jawab di tingkat daerah,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ketua Daerah menegaskan, bahwa kepemimpinan baru harus mampu menjawab tantangan organisasi melalui pembenahan internal secara menyeluruh. Penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas kader, kemandirian ekonomi, hingga pengembangan pelayanan sosial harus menjadi prioritas kepengurusan yang baru.
Dirinya mengingatkan, AMGPM tidak boleh hanya menjadi organisasi formal yang sebatas menjalankan rutinitas program kerja. Organisasi ini harus mampu membentuk kader yang berkualitas, berintegritas, memiliki daya saing, serta berani mengambil peran dalam menjawab persoalan gereja dan masyarakat.
Dirinya juga mendorong kader AMGPM agar tidak sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Pemuda gereja harus tampil sebagai agen perubahan melalui gagasan, kreativitas, sikap moral, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua AMGPM Cabang Ebenhaezer terpilih, Jondri Hursepuny, menyatakan komitmennya untuk menata kembali arah pelayanan dan program kerja organisasi secara terukur dan berkelanjutan.
Hursepuny menegaskan, kepengurusan ke depan akan tetap berpedoman pada Rencana Induk Pengembangan serta Rencana Implementasi Pelayanan AMGPM, sehingga setiap program yang dijalankan memiliki arah, sasaran, dan keberlanjutan yang jelas.
Selain itu, penyesuaian mekanisme organisasi, penguatan sistem kaderisasi, serta pembangunan kemandirian organisasi menjadi sejumlah agenda penting yang perlu dibenahi untuk mewujudkan AMGPM Cabang Ebenhaezer yang lebih solid, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan kepemimpinan baru ini, harapan terhadap AMGPM Cabang Ebenhaezer tidak berhenti pada suksesnya sebuah konferensi. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membangun organisasi yang semakin kuat, menghadirkan pelayanan gereja yang berdampak, serta melahirkan kader muda yang mampu berkontribusi bagi pemberdayaan pemuda dan pembangunan masyarakat di Tanimbar Selatan.(FM-01)













