Pengurus Daerah AMGPM Tansel Benahi Organisasi, Cabang Pniel Resmi Dilembagakan

ChatGPT Image 22 Sep 2026 06.41.27

FAKTAMALUKU – Pengurus Daerah Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tanimbar Selatan (Tansel) mengambil langkah strategis membenahi sekaligus memperkuat roda organisasi dengan melakukan pemekaran AMGPM Cabang Philia dan melembagakan AMGPM Cabang Pniel di Jemaat GPM Eliasa, Minggu (20/9/2026).

Pemekaran tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Daerah AMGPM Tansel Nomor: 19/KPTS/PD.21/ORG/2026. Dalam momentum yang sama, turut dilakukan pelantikan Penjabat Penanggung Jawab Sementara Ketua dan Sekretaris AMGPM Cabang Philia serta Penjabat Penanggung Jawab Sementara Ketua dan Sekretaris AMGPM Cabang Pniel.

IMG 20260922 064837

Ketua Daerah AMGPM Tansel, Ricky F. Malisngorar, S.H., M.H., mengatakan lahirnya Cabang Pniel dan penataan kembali Cabang Philia merupakan hasil dari proses pergumulan organisasi yang telah berlangsung cukup panjang.

Menurut Ricky, usulan pemekaran Cabang Philia telah beberapa kali disampaikan dalam forum organisasi, termasuk melalui penyampaian proposal dalam Musyawarah Pimpinan Paripurna Daerah (MPPD) di Latdalam. Namun, baru pada momentum kali ini proses tersebut dapat direalisasikan.

“Pemekaran cabang Philia dapat terjadi hari ini karena berkat pergumulan panjang Pengurus Daerah dari beberapa waktu lalu sampai dengan saat ini. Proses-proses permohonan dan penyampaian proposalnya selalu disampaikan dalam MPPD di Latdalam, namun baru kali ini dapat dimekarkan,” ujar Ricky.

Ia menjelaskan, Pengurus Daerah sebelumnya telah menelaah berbagai persoalan yang terjadi di Cabang Philia. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah sejak pengurus cabang dilantik pada 2018, hingga kini belum melaksanakan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC).

IMG 20260922 064900

Kondisi tersebut, kata dia, berdampak pada tidak optimalnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab organisasi di tingkat cabang.

“Sejak tahun 2018 ketika pengurus Cabang Philia dilantik sampai dengan hari ini pengurus Cabang Philia belum melaksanakan MPPC. Hal ini praktis membuat pengurus cabang juga tidak melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Pengurus Daerah AMGPM Tansel merasa perlu mengambil langkah konkret untuk memastikan roda organisasi kembali berjalan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan pelembagaan cabang baru, yakni Cabang Pniel di Jemaat GPM Eliasa.

Ricky berharap, dengan adanya pelembagaan tersebut, kader-kader Angkatan Muda di Jemaat GPM Eliasa maupun Cabang Philia dapat semakin dinamis dalam menjalankan tanggung jawab organisasi serta mengikuti berbagai agenda AMGPM.

Pengurus Daerah juga telah menetapkan dan melantik Penjabat Penanggung Jawab Sementara untuk menjalankan roda organisasi, baik di Cabang Philia maupun Cabang Pniel.

“Ini penting kami lakukan supaya penanggung jawab sementara yang baru ini dapat segera menjalankan roda organisasi di tingkat cabang, khususnya di Philia maupun di Pniel,” katanya.

Ia bahkan memberikan tantangan kepada para penjabat yang dipercayakan untuk segera mempersiapkan agenda organisasi hingga pelaksanaan konferensi cabang.
“Saya telah memberikan semacam tantangan bagi mereka supaya segera melakukan Konfercab dalam kurun waktu satu bulan,” tegas Ricky.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) 6 AMGPM, Mario Lawalata, M.Th., mengingatkan seluruh kader agar momentum pemekaran tidak dimaknai sebagai upaya memisahkan diri dari Cabang Philia.

Mario menyebut Cabang Philia memiliki perjalanan pergumulan organisasi yang cukup panjang.

“Memang sepengetahuan saya, Cabang Philia ini punya pergumulan yang sangat besar. Memang cabang ini dalam catatan AMGPM yang kadang-kadang sakit, kadang jatuh bangun, kadang suram,” ujarnya.

Namun, menurut Mario, di tengah berbagai pergumulan tersebut justru lahir Cabang Pniel di Desa Eliasa.

“Kalau tadi ada pelantikan karateker buat Cabang Philia mungkin ini sudah sedikit mendingan, tetapi yang luar biasanya adalah cabang ini melahirkan seorang anak kandung, Cabang Pniel yang tadi kita tahu bahwa kadang sakit mati tak mau, tapi lahirlah seorang anak Pniel di Desa Eliasa,” katanya.

Mario berharap seluruh pengurus dapat menjadikan pemekaran dan pelembagaan tersebut sebagai momentum memperluas ruang pelayanan, konsolidasi, tanggung jawab serta regenerasi di tubuh AMGPM.

“Jadi, mari kita memandang momentum pemekaran dan kelembagaan cabang ini bukan sebagai ruang untuk kita memisahkan diri dari Cabang Philia, tetapi justru ini menunjukkan bahwa pelayanan dan ruang lingkup, tetapi juga kesempatan itu pengembangan diri,” tegasnya.

Ia menekankan, akta pemekaran dan pelembagaan tidak boleh menjadi sekat antarcabang.

“Sekali lagi saya tekankan kepada kita semua bahwa akta pemekaran dan kelembagaan ini tidak boleh dipandang sebagai pemisahan diri dari Cabang Philia,” ujarnya.

Sebaliknya, kata Mario, momentum tersebut harus menjadi perluasan ruang konsolidasi, ruang tanggung jawab dan ruang bagi generasi muda untuk terus bertumbuh dalam pelayanan.

“Justru perluasan ruang konsolidasi, ruang tanggung jawab, ruang generasi bagi AMGPM yang luar biasa,” katanya.

Mario juga meminta para Penjabat Penanggung Jawab Sementara Ketua dan Sekretaris Cabang Philia maupun Cabang Pniel memastikan seluruh tanggung jawab organisasi dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap kedua cabang tersebut tidak sekadar terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar hidup dan memberikan dampak bagi gereja maupun masyarakat.

“Sehingga betul-betul cabang ini hidup dan berdampak, sehingga moto AMGPM, ‘Kamu adalah garam dan terang dunia’, itu betul-betul teraktual dan terwujud dalam seluruh agenda-agenda organisasi yang tadi sudah ditantang oleh Ketua Daerah terjadi ke depannya,” tandasnya.

Di waktu yang sama, Penjabat Penanggung Jawab Cabang Philia, Mario Nussy, S.Si., Teol., mengakui bahwa perjalanan Cabang Philia tidak terlepas dari berbagai tantangan dan persoalan, baik secara internal maupun eksternal.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Angkatan Muda berhenti bergerak. Justru, hingga momentum pemekaran dan pelembagaan Cabang Pniel, eksistensi pelayanan AMGPM tetap dipertahankan.

“Di tengah berbagai tantangan dan situasi kondisi Cabang Philia yang banyak problematika, baik secara internal maupun eksternal, Angkatan Muda tetap eksis dan bahkan sampai di momentum ini Katong bersyukur karena kebesaran Tuhan mampu melahirkan Cabang Pniel,” ujar Mario Nussy.

Menurutnya, lahirnya Cabang Pniel menjadi bukti bahwa di tengah berbagai persoalan, AMGPM masih mampu menjaga keberlangsungan organisasi dan pelayanan.

“Dan itu bukti penyertaan Tuhan bahwa di tengah situasi dan kondisi yang juga banyak persoalan-persoalan, Katong mampu menjalankan organisasi ini dengan baik,” katanya.

Mario Nussy juga menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjalankan tanggung jawab sebagai Penjabat Penanggung Jawab Cabang Philia.

“Beta sebagai penjabat Ketua Philia juga bersyukur dengan kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan kepada Beta dan juga melalui kepercayaan teman-teman Pengurus Daerah bersama dengan teman-teman Cabang Philia untuk menjalankan tanggung jawab ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tugas tersebut tidak akan dijalankan seorang diri. Menurutnya, keberhasilan organisasi membutuhkan kebersamaan seluruh kader AMGPM.

“Beta berharap bahwa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab ini Beta tidak sendiri, tapi Katong bisa melangkah bersama mewujudkan peran Angkatan Muda dalam semangat moto kita, ‘Kamu adalah garam dan terang dunia’,” pungkasnya.(FM-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *