Perpisahan Penuh Makna di Sektor II Jemaat GPM Ebenhaezer Saumlaki, Jejak Kasih Pdt. Siletty Tak Terhapus

Perpisahan penuh makna di Sektor II

FAKTA MALUKU, Tanimbar – Suasana haru menyelimuti acara lepas pisah keluarga besar Sektor II Jemaat Ebenhaezer GPM Saumlaki bersama Pdt. Ny. A. Siletty/Mailuhu, S.Th. Tangis pecah di antara pelukan hangat jemaat, seolah tak ingin melepas sosok gembala yang telah begitu lama menjadi bagian dari kehidupan iman mereka, berlangsung di Balai Kerohanian, Tanjung Batu, Sabtu (11/4/2026).

Perpisahan ini bukan sekadar seremoni pergantian pelayanan. Ia menjadi momen penuh makna tentang perjalanan panjang, pengorbanan, dan kasih yang telah ditanamkan selama lebih dari dua dekade di bumi Duan Lolat terlebih khusus di Sektor II ini.

IMG 20260411 212830 scaled

Selama kurang lebih 23 tahun melayani, Pdt. Siletty/Mailuhu tidak hanya hadir sebagai pemimpin rohani, tetapi juga sebagai ibu, sahabat, dan penguat di tengah berbagai pergumulan jemaat. Jejak pelayanannya dimulai dari Jemaat Fursui sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ), kemudian berlanjut ke Jemaat Matakus dengan tanggung jawab yang sama. Hingga akhirnya, ia mengabdikan diri di Jemaat Ebenhaezer Saumlaki selama kurang lebih 15 tahun terakhir sebuah masa pelayanan yang membekas kuat di hati umat.

Dalam momen penuh emosi itu, Ketua Bakopel Sektor II, T. Noya, menyampaikan pesan yang menggambarkan betapa dalamnya ikatan antara jemaat dan sang pendeta.

IMG 20260411 212430 scaled

“Terima kasih untuk setiap kasih, pengorbanan, dan ketulusan yang telah diberikan bagi kami. Ibu Pendeta bukan hanya pemimpin rohani, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Apa yang telah ditanamkan akan terus hidup dalam pelayanan kami ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Pdt. Siletty/Mailuhu telah membawa perubahan nyata dalam kehidupan bergereja di Sektor II. Ia menanamkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin dalam pelayanan, serta keteguhan iman yang kini menjadi fondasi kuat bagi jemaat.IMG 20260411 WA0122

Acara lepas pisah itu pun menjelma menjadi ruang kenangan tempat di mana setiap tawa, air mata, dan perjuangan pelayanan kembali diingat. Sebuah refleksi tentang cinta yang diberikan tanpa pamrih dan pengabdian yang melampaui sekadar tugas.

Sementara itu, dalam ungkapan perpisahannya, Pdt. Siletty/Mailuhu menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia mengakui bahwa seluruh perjalanan pelayanannya tidak terlepas dari campur tangan Tuhan dan dukungan jemaat.

“Semua yang saya lakukan bukan karena kekuatan saya sendiri, tetapi karena penyertaan Tuhan dan dukungan dari jemaat sekalian. Terima kasih karena saya telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar di sini. Sektor akan selalu ada di hati saya,” tuturnya.

Di tengah momen haru yang mengiringi langkah perpisahan, satu hal menjadi pasti kepergian ini hanya menutup satu bab, namun tidak akan pernah menghapus jejak kasih yang telah ditinggalkan.

Pdt. Ny. A. Siletty/Mailuhu mungkin akan melanjutkan pelayanannya di tempat yang baru, tetapi bagi jemaat Ebenhaezer Saumlaki, ia akan selalu dikenang bukan sekadar sebagai pelayan Tuhan, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga yang telah ia layani dengan sepenuh hati.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *