FAKTA MALUKU, Tanimbar – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Perayaan Natal dan Syukur Tahun Baru 2026 sebagai momentum refleksi, penguatan pelayanan publik, serta peneguhan komitmen pembangunan daerah yang berkelanjutan, di Saumlaki, Kamis (9/1/2026).
Perayaan yang mengusung tema “Natal Kristus dan Tahun Baru 2026 Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Semua” tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, tokoh agama, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, para kepala desa, serta purna bakti aparatur sipil negara (ASN).

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dalam sambutannya menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan peristiwa iman yang sarat dengan nilai kasih, kerendahan hati, dan pengorbanan, yang harus diwujudkan dalam tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai aparatur pemerintah, kita tidak hanya dipanggil untuk bekerja, tetapi untuk melayani dengan hati, membangun dengan ketulusan, dan memimpin dengan keteladanan,” ujar Bupati.

Ia mengakui sepanjang tahun 2025 pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya, dinamika pembangunan, hingga meningkatnya tuntutan pelayanan publik. Namun demikian, berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh jajaran, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar tetap mampu melanjutkan agenda pembangunan.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada ASN, tenaga kontrak, serta seluruh mitra pembangunan atas dedikasi dan loyalitas dalam mendukung program-program pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen.
Memasuki tahun 2026, Jauwerissa mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, khususnya terkait kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi lintas sektor, memanfaatkan teknologi, serta membangun budaya kerja yang produktif dan berintegritas.
“Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan pola kerja lama yang tidak lagi relevan, agar setiap kebijakan dan program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ricky juga mengajak seluruh ASN menjadikan nilai-nilai Natal sebagai roh pengabdian, dengan bekerja penuh kasih, melayani tanpa diskriminasi, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Dirinya menegaskan, perayaan Natal dan Syukur Tahun Baru ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta meneguhkan Kepulauan Tanimbar sebagai rumah bersama yang damai dan harmonis.
“Mari kita songsong tahun yang baru dengan semangat melayani, pikiran yang terbuka, dan komitmen bersama membangun Kepulauan Tanimbar yang sejahtera, berdaya saing, dan bermartabat,”tutup Jauwerissa.(NS)













