Wapres Gibran dan Gubernur Lewerissa Tegaskan Komitmen Listrik 24 Jam di Maluku

IMG 20251014 WA0128

FAKTA MALUKU, Malteng – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 yang berlokasi di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (14/10/2025).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan usai Wapres meninjau progres pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru. Dalam peninjauan ke BMPP Nusantara 1, Wapres Gibran dan Gubernur Lewerissa menerima paparan dari General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengenai kondisi sistem kelistrikan di Pulau Ambon serta upaya PLN memperluas jangkauan layanan energi hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Maluku.

IMG 20251014 WA0130

BMPP Nusantara 1 merupakan pembangkit listrik terapung terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan kapasitas 60 megawatt (MW). Sejak beroperasi pada April 2022, pembangkit tersebut menjadi penopang utama pasokan listrik di Kota Ambon dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses energi di seluruh wilayah Maluku, termasuk di desa-desa yang hingga kini masih menikmati listrik terbatas hanya 12 jam per hari.

“Jam operasi listrik di daerah pedesaan yang masih 12 jam perlu ditingkatkan menjadi 24 jam. Pemerintah ingin semua masyarakat Maluku mendapat akses energi secara merata,” tegas Wapres Gibran.

IMG 20251014 WA0129 1

Menanggapi hal itu, “Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku akan terus bersinergi dengan PLN dalam mempercepat realisasi program Listrik Desa, agar seluruh masyarakat Maluku dapat menikmati layanan listrik yang stabil dan berkesinambungan.

“Masih ada masyarakat di beberapa wilayah yang belum menikmati listrik 24 jam. Pemerintah daerah siap mendukung penuh langkah PLN dalam memperluas jangkauan layanan dan mempercepat pemerataan energi,” ujar Gubernur.

Sementara itu, General Manager PLN Maluku-Malut, Noer Soeratmoko, dalam laporannya menjelaskan bahwa peningkatan jam operasi listrik di wilayah pedesaan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan pola aktivitas masyarakat.

“Banyak desa dihuni petani dan nelayan yang umumnya menggunakan listrik pada malam hari. Namun, seiring meningkatnya aktivitas di siang hari, kebutuhan energi juga bertambah. PLN berkomitmen meningkatkan operasi secara bertahap dari 6 jam ke 12 jam, dan dari 12 jam menuju 24 jam penuh,” jelas Soeratmoko.

Ia menambahkan, peningkatan layanan listrik dilakukan seiring perbaikan mesin pembangkit lama serta pengembangan energi baru terbarukan, termasuk tenaga surya, guna memperkuat sistem kelistrikan di wilayah kepulauan.

PLN juga menghadapi tantangan akses infrastruktur jalan menuju desa-desa terpencil yang menghambat proses mobilisasi jaringan listrik.

Menanggapi hal itu, Gubernur Lewerissa menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Maluku untuk berkolaborasi mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.

“Pemerintah daerah siap bersinergi agar akses jalan dan jaringan listrik dapat menjangkau seluruh desa di Maluku. Pemerataan energi adalah fondasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku ke depan,” tegasnya.

Kunjungan kerja Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Hendrik Lewerissa ke BMPP Nusantara 1 menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kemandirian energi, keadilan pembangunan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat kepulauan di Maluku.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *