Tanimbar Utara Ukir Sejarah, Andarias–Sisanti Menangi Duta Tanimbar 2025

IMG 20251005 WA1296

FAKTA MALUKU, Tanimbar – Malam final ajang bergengsi Limriti Fendrewe atau Pemilihan Duta Tanimbar 2025 berlangsung meriah di Taman Kota Saumlaki, Sabtu (4/10/2025).

Ribuan warga memenuhi area taman untuk menyaksikan langsung momen bersejarah yang menobatkan Andarias Metalmeti dan Sisanti Watratan, pasangan asal Kecamatan Tanimbar Utara sebagai Juara I Duta Tanimbar 2025.

IMG 20251005 WA1333

Ajang pencarian duta muda bertalenta ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Amelinda Jauwerissa didampingi Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak, dan dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, bersama jajaran Forkopimda serta tamu undangan lainnya.

Bupati Ricky Jauwerissa usai perlombaan menyampaikan, apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Limriti Fendrewe ajang yang untuk pertama kalinya digelar di Tanimbar.

IMG 20251005 WA1302

“Puji Tuhan, terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang telah membantu pemerintah daerah menyukseskan ajang ini. Ini pertama kalinya Fandrewe Limriti terlaksana, dan semoga menjadi agenda tahunan. Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi sarana menjaga dan melestarikan budaya Tanimbar yang patut kita banggakan,” ujar Jauwerissa.

Bupati menegaskan, Limriti Fendrewe diharapkan dapat berkembang menjadi ajang representatif yang mampu menembus level provinsi bahkan nasional.

IMG 20251005 WA1258

“Semangat terus anak-anak muda Tanimbar. Teruslah berinovasi dalam menjaga dan mengembangkan budaya Bumi Duan Lolat,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak menyoroti pentingnya pembentukan karakter dan nilai-nilai budaya yang ditanamkan sejak dini.

“Harapan terbesar dari ajang ini bukan hanya saat lomba, tetapi bagaimana karakter dan budaya itu dibentuk dari rumah mulai dari cara berbicara, berpakaian, hingga sikap sopan santun,” ungkapnya.

Ia menekankan, nilai-nilai luhur seperti ucapan terima kasih, permisi, minta maaf, dan tolong adalah bagian dari budaya Tanimbar yang harus diwariskan kepada generasi muda sejak usia dini.

“Kita harus membiasakan anak-anak memahami siapa mereka, apa budayanya, dan bagaimana menjaganya. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, budaya, dan rohani,” tambah Juliana.

Wakil Bupati berharap, Limriti Fendrewe dapat digelar secara berkelanjutan untuk melahirkan duta-duta muda terbaik yang memperkenalkan potensi dan keunikan Tanimbar ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kita ingin dunia mengenal siapa itu Tanimbar, di mana letaknya, dan apa saja potensinya,” tutupnya.

Salah satu dewan juri, Yongki Kelmaskosu juga menilai pentingnya menjadikan ajang ini sebagai program tahunan dalam rangka pengembangan kapasitas generasi muda Tanimbar.

“Generasi muda yang nantinya melanjutkan perencanaan pembangunan harus diberi ruang untuk mengeksplorasi diri, mengasah kemampuan dan talenta. Karena itu, ajang seperti ini sebaiknya menjadi agenda tahunan,” tandasnya.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *