Konflik Internal Pegawai Diduga Ganggu Pelayanan Puskesmas Adaut

FB IMG 1761743388893

FAKTA MALUKU, Tanimbar – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dilaporkan terganggu akibat konflik internal di antara sejumlah pegawai. Dugaan sementara, gangguan tersebut dipicu oleh tindakan oknum pegawai yang membentuk kelompok-kelompok kecil dan menentang kebijakan pimpinan puskesmas.

Hasil investigasi media ini, di lapangan mengungkap, munculnya kelompok-kelompok dalam tubuh puskesmas telah menciptakan suasana kerja yang tidak harmonis. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

“Pelayanan sekarang sudah tidak seperti dulu. Pegawai di dalam sudah saling tidak cocok, suasana kerja jadi tidak nyaman. Tapi beta (saya) tetap kerja saja,” ungkap salah satu pegawai Puskesmas Adaut yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/10/2025).

Kepala Puskesmas Adaut Maria R. Mainake, saat dikonfirmasi, tidak menampik adanya dinamika internal tersebut. Ia menyebut, persoalan itu telah beberapa kali dilaporkan kepada Dinas Kesehatan dan pimpinan daerah. Meski demikian, ia menegaskan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Memang terkait persoalan ini, beta (saya) sudah dilaporkan ke dinas bahkan ke pimpinan daerah. Tapi beta tetap fokus kerja, karena pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kondisi ini memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak. Sejumlah tokoh masyarakat menilai, konflik internal di lingkungan Puskesmas Adaut harus segera disikapi secara tegas oleh pemerintah daerah agar pelayanan publik tidak terus terganggu.

“Bupati harus bertindak cepat dan tegas. Ini menyangkut pelayanan publik, bukan tempat untuk urusan pribadi atau kelompok,” tegas salah satu tokoh masyarakat Selaru.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melalui Dinas Kesehatan, segera melakukan langkah evaluasi dan pembinaan menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas Adaut, guna memastikan pelayanan kesehatan kembali berjalan optimal, profesional, dan berpihak kepada masyarakat.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *