Dari Infrastruktur ke Kesejahteraan: Pasar Ngrimase Resmi Dicanangkan

IMG 20260304 155512 scaled

Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak secara resmi mencanangkan pemanfaatan Pasar Ngrimase di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (4/3/2026).

Momentum ini menjadi penanda dimulainya pengoperasian pasar yang digadang-gadang sebagai pusat baru pergerakan ekonomi rakyat di daerah bertajuk Duan Lolat tersebut.

IMG 20260304 160304 scaled

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan instansi vertikal dan BUMN, rohaniwan, Kepala Desa dan BPD Olilit, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha dan pedagang.

Bupati dalam sambutannya menegaskan, bahwa pasar bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan pusat perputaran ekonomi rakyat dan ruang interaksi sosial masyarakat.

IMG 20260304 161042 scaled

“Pasar adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Karena itu, Pasar Ngrimase yang dibangun oleh Pemerintah Pusat ini harus dikelola, dimanfaatkan, dan dikembangkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, secara administratif Pasar Ngrimase masih dalam proses penyerahan aset dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Namun dalam masa transisi tersebut, pemerintah daerah telah berkoordinasi agar pasar dapat segera dimanfaatkan dengan kesepakatan teknis pengelolaan bersama.

IMG 20260304 162037 scaled

Langkah ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya pedagang kecil dan pelaku UMKM.

“Kita tidak ingin bangunan megah ini hanya menjadi simbol. Pasar ini harus hidup, harus produktif, dan benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Bupati juga menyampaikan sejumlah penegasan penting kepada para pedagang dan pengelola pasar.

Pertama, ia melarang keras aktivitas memasak dan menginap di area pasar demi menghindari risiko kebakaran serta menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan.

Kedua, ia menekankan pentingnya kebersihan. Pasar yang berada di pintu masuk Kota Saumlaki itu harus menjadi wajah representatif daerah.

“Pasar ini berada di pintu masuk ibu kota kabupaten. Kesan pertama bagi siapa pun yang datang ke Tanimbar ada di sini. Kita harus tunjukkan bahwa masyarakat Tanimbar mampu mengelola pasar yang bersih, tertib, dan modern,” tandasnya.

Ketiga, kepada OPD terkait dan pengelola pasar, Bupati meminta agar kebijakan pengelolaan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan, transparan, berkeadilan, serta disosialisasikan secara baik kepada pedagang maupun pembeli.

Dalam konteks pembangunan daerah, penguatan pasar tradisional dinilai sebagai strategi penting untuk menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah.

Bupati mengajak seluruh pedagang untuk memberikan pelayanan ramah, menjaga kualitas produk, serta mulai berinovasi dalam pengemasan dan pemasaran agar daya saing produk lokal meningkat.

“Pasar Ngrimase harus menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat dan kebanggaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” tegasnya.

Di akhir acara, Bupati bersama istri beserta wakil Bupati melakukan tinjauan sekaligus berkenan membeli jualan yang disediakan oleh para pedagang.

Pencanangan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan pedagang, serta memperkuat fondasi pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *