FAKTA MALUKU, Tanimbar – Hari Valentine, yang sering diidentikkan dengan bunga, cokelat, dan kemewahan, hadir dengan aroma berbeda di Kepulauan Tanimbar.
Di tengah hiruk-pikuk Pasar Tradisional, tak ada gemerlap kencan romantis, melainkan senyum hangat yang terpancar dari wajah-wajah para penjual sayur. Di sinilah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kepulauan Tanimbar memilih untuk merayakan kasih sayang dengan cara yang lebih membumi dan penuh makna, Sabtu (14/2/2026).

Mengusung semangat “Berbagi Kasih”, para pengurus TP PKK turun langsung ke jantung perekonomian rakyat. Mereka bukan sekadar datang, tetapi hadir untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pahlawan pangan keluarga. Para penjual sayur, ibu-ibu tanggu yang setiap hari bergelut dengan panas matahari dan hujan, demi menyediakan bahan segar untuk masyarakat, menjadi pusat perhatian di hari kasih sayang ini.
Ketua TP PKK Kepulauan Tanimbar, dengan ramah menyapa satu per satu penjual. Ibu-ibu hebat, hari ini kami ingin berbagi kasih. Terima kasih sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari ketahanan pangan keluarga kita. Perjuangan ibu-ibu adalah wujud cinta yang nyata untuk keluarga.

Bukan sembarang bingkisan, paket yang diberikan merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan riil para pedagang. Biasanya Valentine dapat salam, bunga dan cokelat, sekarang malah dapat sembako dari ibu-ibu PKK
Momen ini menjadi simbol bahwa kasih sayang tidak melulu tentang romantisme. Bagi TP PKK, kasih sayang adalah tentang kehadiran, perhatian, dan penghargaan kepada sesama, terutama mereka yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Aksi ini juga merupakan wujud nyata program pokok PKK dengan menyasar kelompok yang seringkali luput dari perhatian di momen-momen seremonial.
Kegiatan berbagi kasih di Pasar Tradisional ini sontak mengubah wajah Hari Valentine di sudut-sudut kios sayur. Tawa dan haru menyelimuti pasar, membuktikan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada berbagi. Senyum para penjual sayur yang lelah namun tulus menjadi bukti bahwa cinta yang paling indah adalah cinta yang diwujudkan dalam aksi nyata untuk meringankan beban sesama.
TP PKK Kepulauan Tanimbar telah berhasil menulis ulang makna Valentine; bukan tentang seberapa banyak kita menerima, tetapi tentang seberapa tulus kita memberi untuk mereka yang berjuang di garda terdepan kehidupan.(NS)












