FAKTA MALUKU, Tanimbar – Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menegaskan peran strategis pemuda gereja sebagai kekuatan moral, sosial, dan pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi momentum besar kehadiran proyek strategis nasional Blok Migas Masela.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XVIII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Ebenhaezer di Saumlaki, Jumat (20/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang beriman, berintegritas, dan memiliki semangat pelayanan.
“Pembangunan sejati bukan hanya soal fisik, tetapi tentang membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, dan siap melayani. Di sinilah gereja dan organisasi pemuda memiliki peran vital dalam menyiapkan generasi penerus daerah,” tegasnya.
Menurut Bupati, kehadiran Blok Masela menjadi peluang historis yang dapat mengubah wajah ekonomi Tanimbar. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal jika generasi muda mampu mempersiapkan diri dengan kompetensi, keterampilan, dan mental kerja yang kuat.
“Ini adalah momentum besar. Pemuda harus meningkatkan kapasitas diri, membangun jiwa kewirausahaan, serta memiliki disiplin dan profesionalisme agar tidak menjadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya.
Jauwerissa juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Generasi muda, khususnya AMGPM, diharapkan tampil sebagai pelopor dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
“Tanah, laut, dan hutan Tanimbar adalah anugerah Tuhan. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Bupati turut menyoroti posisi strategis AMGPM Cabang Ebenhaezer yang berada di pusat pemerintahan, dengan dinamika sosial masyarakat yang kompleks dan beragam. Kondisi ini, menurutnya, menuntut kedewasaan iman, kepemimpinan, dan keteladanan nyata dari para pemuda gereja.
“AMGPM harus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, memperkuat harmoni sosial, dan menghadirkan wajah gereja yang terbuka, peduli, dan solutif,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa AMGPM bukan sekadar organisasi gereja, tetapi merupakan kekuatan strategis yang menentukan masa depan daerah. Karena itu, forum MPPC diharapkan melahirkan program-program konkret yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan tantangan pembangunan daerah.
“Musyawarah ini harus menghasilkan kepemimpinan yang melayani, program yang visioner, dan komitmen yang kuat untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung agenda pembangunan daerah.
Dirinya mengakui, satu tahun masa kepemimpinan bersama Wakil Bupati menjadi periode awal untuk meletakkan fondasi pembangunan yang lebih kuat, meski berbagai tantangan masih harus dihadapi.
“Kami percaya, dengan kerja bersama, dukungan masyarakat, dan penyertaan Tuhan, Tanimbar akan terus bergerak maju dan keluar dari berbagai keterbatasan menuju masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang XVIII AMGPM Cabang Ebenhaezer menjadi momentum konsolidasi penting bagi pemuda gereja dalam memperkuat peran pelayanan, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan gereja dan daerah di tengah dinamika perubahan yang terus berkembang.(NS).












