Di Sidang ke-40 GPM, Bupati Tanimbar Titip Pesan Besar untuk Gereja

Bupati Tanimbar sampaikan pesan di GPM

JURNALMALUKU – Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa mengajak Gereja untuk terus memperkuat peran sosial dan moral di tengah dinamika perubahan zaman saat membuka Sidang ke-40 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Ebenhaezer, Saumlaki, Minggu (8/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengawali dengan mengajak seluruh jemaat memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan atas kesempatan berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti forum gerejawi tersebut.

Menurutnya, sidang jemaat memiliki arti yang sangat penting karena menjadi ruang refleksi iman sekaligus forum evaluasi dan perumusan program pelayanan gereja ke depan.

“Melalui sidang jemaat ini, gereja dapat melakukan refleksi iman, melihat tantangan pelayanan, melakukan evaluasi, sekaligus merumuskan program kerja gereja dalam membangun kehidupan rohani, sosial, dan kemasyarakatan di tengah jemaat dan masyarakat,” ujar Jauwerissa.

Ia menilai, gereja saat ini menghadapi tantangan pelayanan yang semakin kompleks seiring perkembangan zaman. Perubahan sosial yang cepat, kemajuan teknologi informasi, hingga arus globalisasi menuntut gereja untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar iman Kristen.

Selain itu, gereja juga diharapkan semakin hadir dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat, seperti penguatan moral dan etika, pembinaan keluarga, pembinaan generasi muda, hingga penanggulangan berbagai masalah sosial.

“Di tengah kemajemukan masyarakat, gereja juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan, serta menghadirkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan jemaat masa kini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menitipkan sejumlah “gumulan pembangunan” yang sedang diupayakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sejumlah prioritas pembangunan daerah antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas antarwilayah di Kepulauan Tanimbar.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberi perhatian besar pada penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat.

“Keluarga yang kuat secara spiritual, sosial, dan ekonomi akan melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” jelasnya.

Jauwerissa menegaskan, dalam konteks pembangunan daerah, peran gereja sangat strategis, tidak hanya dalam pembinaan iman tetapi juga dalam membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial umat.

Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan dan kemitraan yang kuat dari Gereja Protestan Maluku dalam berbagai upaya pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Kolaborasi antara pemerintah dan gereja sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai-nilai moral, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Gereja Protestan Maluku, khususnya Jemaat GPM Ebenhaezer Saumlaki, atas dukungan dan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Ia berharap seluruh proses sidang jemaat dapat berjalan dengan baik, penuh hikmat, dan menghasilkan keputusan yang membawa kebaikan bagi gereja maupun masyarakat Tanimbar.

“Selamat bersidang. Kiranya seluruh proses sidang jemaat ini berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang membawa kebaikan bagi gereja dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

Bupati juga mengajak jemaat memasuki minggu-minggu sengsara Yesus Kristus dengan penuh penghayatan iman menjelang perayaan kebangkitan-Nya.(NS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *