“Api Kemerdekaan Membakar Semangat Malam Taptu di Saumlaki”

FB IMG 1755356403080 scaled

FAKTA MALUKU, Tanimbar – Suasana malam di Kota Saumlaki tampak berbeda. Masyarakat tumpah ruah di Lapangan Mandriak menyaksikan Upacara Penetapan Waktu (Taptu) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

FB IMG 1755356409287 scaled

Bupati Ricky Jauwerissa bersama Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak hadir langsung memimpin jajaran Pemerintah Daerah, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Mandriak, Saumlaki, Sabtu (16/8/2025) pukul 19.30 WIT.

Komandan Pangkalan Angkatan Udara IG Dewanto, Letkol Pom Made Oka Dharmayasa, M.Han, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ia memimpin prosesi penyalaan api induk yang kemudian dilanjutkan dengan penyalaan obor secara serentak oleh seluruh peserta upacara. Simbolisasi api perjuangan itu lalu diteruskan dalam bentuk pawai obor mengelilingi kota.

FB IMG 1755356416565 scaled

Dengan penuh semangat, Bupati Ricky didampingi Forkopimda melepas pasukan obor dari Lapangan Mandriak. Iring-iringan itu menempuh rute menuju Kantor Bupati di Jalan Ir. Soekarno Saumlaki. Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyaksikan barisan obor yang berpijar menerangi malam, menciptakan suasana heroik dan penuh makna kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jauwerissa menegaskan bahwa pawai obor bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa.

FB IMG 1755356413432 scaled

“Api obor yang kita nyalakan malam ini adalah simbol api perjuangan. Tugas kita sekarang adalah menjaga semangat itu tetap menyala dalam kehidupan berbangsa dan berdaerah, dengan bekerja keras, bersatu, dan saling menopang demi kesejahteraan masyarakat Tanimbar,” ujarnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut pimpinan dan anggota DPRD, Penjabat Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan OPD, serta jajaran instansi vertikal. Sementara peserta pawai obor berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, ASN, pelajar SMA/SMK, hingga anggota Pramuka.

Tradisi Taptu dan pawai obor ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Tanimbar untuk merefleksikan kembali semangat kemerdekaan. Api yang menyala dan langkah serempak para peserta menjadi simbol bahwa persatuan dan kebersamaan adalah kunci dalam mengisi kemerdekaan yang kini telah memasuki usia delapan dekade.(NS) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *