Yusril Jadi Kuasa Hukum Timses Jokowi-Ma'aruf

Wattiheluw : Itu bukan Keputusan Partai

No comment 87 views
banner 160x600

Women face

AMBON,FM - Langkah Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang  (PB, Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum Timses Jokowi-Ma’ruf Amin, mendapat dukungan positif Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Maluku. Akan tetapi, Ketua DPW PBB Provinsi Maluku, Saleh Wattiheluw mengungkapkan. bergabungnya Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum Timses Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan Partai, melainkan keputusannya secara pribadi.

Baca Juga: Bupati Abua Tipu Dua Mata Rumah Parentah Negri Hatu
Baca Juga: Lantik Raja Hatu Tanpa Pemilihan

Menurut Watiheluw, sebagai Ketua Umum PBB , keputusan Yusril tentu akan berdampak kepada pilihan politik partainya.

"Secara institusi partai belum menentukan arah dukungan namun dengan pasca ditunjuknya Yusril sebagai Tim Hukum Jakowi dan Kiai Ma’ruf Amin akan membawa pengaruh signifikan dalam pergerakan dan kinerja mesin Partai PBB di Provinsi Maluku," ungkapnya.

Watiheluw mengatakan, Rakornas PBB  yang dijadwalkan akan berlangsung  awal Desember mendatang, sekaligus menentukan dukungan partai secara resmi.

Olehnya itu Watiheluw berharap, sambil menunggu keputusan Rakornas seluruh caleg PBB, baik  Provinsi maupun  Kabupaten/kota untuk focus melakukan sosialiasi diri dengan baik kepada masyarakat.

Ia juga berpesan kepada seluruh  simpatisan partai untuk menjaga marwah proses politik menghadapi Pileg dan Pilpres 2019, dengan santun aman dan bermartabat tidak melakukan kampanye yang sifatnya negative, memfitnah, saling menghujat, menebar kebencian apalagi sampai mempolititisasi agama.

Selain itu, DPW PBB Maluku akan melakukan votting bagi seluruh DPC untuk nantinya disampaikan ke DPP terkait dukungan Capres dan Cawapres di Maluku.

Seperti diketahui, awal November lalu, kabar mengejutkan datang dari advokat Yusril Ihza Mahendra. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu resmi menjadi lawyer bagi pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Keputusan mantan Menteri Hukum dan HAM ini, setelah pertemuanya dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Thohir, beberapa waktu lalu. (FM-02)