Kasus DD Dan ADD SBB Masuk Babak Baru

Tuny Resmi Laporkan Timisela, Boter, Niak Dan de Fretes

No comment 607 views
banner 160x600

Women face

AMBON - Persoalan kasus Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2015 memasuki babak baru.

Baca Juga: Bupati Abua Tipu Dua Mata Rumah Parentah Negri Hatu
Baca Juga: Lantik Raja Hatu Tanpa Pemilihan

Pasalanya Drs. R. Silooy melalui Pengacara Yustin Tuny,SH melaporkan Woody Timisela, Abaram Niak, Donal de Fretes dan Luis Boter ke Kajaksaan Negeri Piru.

“ surat bernomor: 37/KA-YT/P/X/2018 ditujuakan kepada Kejaksaan Negeri Piru untuk membuka kasus ini kembali. Karena ada fakta-fakta hukum yang terabikan. Oleh karena itu, surat ang Kami ajukan disertai bukti hukum guna menjadi pertimbangan Penyidik Kejaksaan, tembusan dari surat ini ditujukan kepada beberapa instansi terkait di Jakarta” ujar Yustin Tuny.

Dikatakan, tanggal 27 September 2018 digelar kegiatan Focus Group Discusion (FDG) dihadiri oleh Bidang Informasi dan Data (KPK RI), akademisi, jaksa, pengacara, kepolisian dan penggiat anti korupsi membahas Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Ambon Nomor: 9/PID.SUS/TPK/2017/PN.Abn

Dari Onotasi putusan yang disampaikan oleh.. Prof. J.D Pasallbessy,SH.MH kemudian Dr. E. Toulle,SH.MH selaku moderator.

Pengacara Hendrik Lusikoy,SH menjelaskan dalam Focus Group Discusion (FDG) bahwa dari posis kasus tersebut tenyata tidak ada alirian dana yang mengalir ke R.S yang ada hanyalah bersifat perintah.

Jerol Leassa,SH dari Bagian Hukum Pemerintah Provinsi Maluku menjelaskan, Aparatur Sipil Negara harus dilindungi terkait dengan masukan atau telaahan kepada pimpinan.

Kalau memang dengan telahaan ASN dapat dipidana, maka ASN tidak akan mau untuk membuat telahaan serta tidak mau untuk menjadi pejabat. Bahwa lewat kegiatan Focus Group Discusion (FDG)

“Ya dari kegiatan Focus Group Discusion (FDG) membedah Putusan Nomor: 9/PID.SUS/TPK/2017/PN.Abn dihadiri oleh kaum intelektual termasuk jaksa dan hakim, ternyata banyak hal yang tidak terungkap. Oleh karena itu, dengan berbagai bukti hukum yang ada, Kami merasa perlu untuk melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Piru untuk dibuka kembali supaya yang diduga benar-benar pelaku yang merugikan kerugian keuangan Negara dialah yang harus bertanggungjawab dan bukan Drs. Silooy” Tegas Tuny.

Dengan dilaporkannya Woody Timisela cs, maka diharapkan kasus tersebut akan menjadi terang menderang.

"Selama ini mereka.yang menjadi aktor utama dalam kasus dugaan korupsi dana TPAPD Kabupaten SBB bebas berkeliaran. Dan kini sudah saatnya mereka mereka itu mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, " pungkasnya. (JWL)