Tanpa Alasan Jelas Oknum Pegawai BPN Tahan Sertifikat Warga

No comment 111 views
banner 160x600

Women face

AMBON - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon, diduga melakukan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Bupati Abua Tipu Dua Mata Rumah Parentah Negri Hatu
Baca Juga: Lantik Raja Hatu Tanpa Pemilihan

Pasalnya oknum petugas BPN hingga saat ini masih menahan.sertifikat milik Stevanus Hehakaya, warga Desa Passo kota Ambon.

Penahanan sertifikat milik.Hehakaya ini dilakukan BPN Kota Ambon Tampa alasan maupun dasar hukum.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Hehakaya, Roos Jean Alfaris kepada wartawan Kamis (11/10) di Ambon.

Diungkapkan Alfaris, BPN Maluku telah melakukan tindakan melawan hukum. Lantaran tanpa dasar hukum menahan sertifikat milik orang.

"Adalah sebuah tindakan yang tidak yang tidak dapat dibenarkan dan itu melawan hukum. Lantaran tidak ada persoalan hukum terkait tanah milik klien says, " jelas Alfaris.

Ditambahkannya, dengan diterbitkannya sertifikat hak milik atas tanah oleh BPN. menunjukan bahwa tanah yang dibeli klienya tidak bermasalah.

Disamping itu kalaupun Ada masalah, maka masalah tersebut haruslah dilaporkan secara resmi dan didukung dengan alat bukti.

"Namun sejauh ini tidak ada laporan resmi yang diajukan terhadap kepemilikan tanah milik klien saya. Saya menduga ini permainan oknum oknum tertentu di BPN untuk kepentingan mereka, " ujarnya.

Ditambahkan Alfaris, beberapa waktu lalu BPN melakukan mediasi antara kliennya dengan salah satu tetangga kliennya itu.
Namun mediasi tersebut tidak membuahkan hasil apa apa.

"Kemudian tadi kembali klien saya diundang untuk mediasi. Dan klien saya diundang oleh Kepala BPN. Namun saat mediasi, ternyata kepala BPN tidak hadir. Dan lucunya yang hadir justru ibu Fien Parera, " lanjut Alfaris.

Padahal ujar Alfaris, Fien Parera sendiri diketahui merupakan oknum pegawai BPN yang menahan sertifikat milik kliennya.

Dan apa yang dilakukan oleh Parera itu, diduga atas suruhan salah satu okum tetangga kliennya.
Atas tindakan yang dilakukan Parera itu, Alfaris selaku kuasa hukum Hehakaya, akan menggugat BPN Ambon.

"Tidak itu saja kami akan menempuh jalur hukum pidana baik mempidanakan Parera maupun orang Yang menyuruh Parera menahan sertifikat klien saya. Karena perbuatan mereka adalah perbuatan melawan hukum, baik perdata maupun pidana, " tegas Alfaris. (HAN)