Plesiran Gaya Pejabat

Soselisa: Ke Palest!ina, Pemkot dan DPRD Ambon Hamburkan Uang Rakyat

banner 160x600

Women face AMBON,FM - Kunjungan Pemerintah Kota Ambon dan pimpinan serta ketua-ketua fraksi DPRD Kota Ambon ke Palestina, hanya menghambur-hamburkan­­­ uang rakyat yang tidak sedikit jumlahnya. Rombongan Pemkot dan DPRD Kota Ambon itu menuju Jakarta pada Jumat (23/11), dan selanjutnya bertolak ke negara yang selalu diselimuti konflik tersebut. Perjalanan rombongan itu mendapat kritikan dari akademisi UKIM Ambon, Dr Hobarth Soselisa. Kepada wartawan di Ambon, Soselisa menuturkan, kunjungan Pemkot dan DPRD ke Palestina hanya untuk menghabiskan uang rakyat. “Mereka itu hanya untuk habiskan uang rakyat, ngapain kesana kalau tidak membawa keuntungan bagi rakyat Kota Ambon, atau jangan-jangan keterlibatan DPRD hanya untuk menutupi semua rencana perjalanan Pemkot ke Palestina,” ungkapnya. Menurutnya, jika anggaran perjalanan itu menjadi tanggungjawab Pemerintah Palestina, itu tidak masalah bagi uang daerah, tapi jika hal itu menjadi tanggungjawab Pemerintah Kot Ambon ini harus dipertanyakan, sebab hanya untuk bikin habis uang rakyat saja, sehingga dampaknya untuk Kota Ambon belum tentu ada. “Kalau saya mau lihat, Walikota Ambon saat ini hanya lakukan pencitraan saja dan sering ke luar negeri, tapi apa yang menjadi keluhan warga tidak terlalu serius untuk dilihat. Anehnya wakil rakyat yang ada di DPRD malah ikut-ikutan, sedangkan banyak masalah yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, sangat tidak mungkin Pemerintah Kota Ambon mau belajar dari Palestina untuk bangun Ambon, sementara Palestina bukan merupakan salah satu negara atau kota terindah atau maju di dunia sehingga harus perlu kesana meskipun itu hanya undangan. Kalaupun itu undangan seharusnya Walikota saja yang pergi, tidak perlu libatkan pejabat lain apa lagi wakil rakyat, sehingga ini ada keanehan dengan melibatkan beberapa anggota DPRD. “Mau belajar apa disana atau dari Palestina ada kontribusi apa untuk bangun Ambon? Apakah kota di Palestina itu merupakan kota terindah atau maju di dunia, sehingga Kota Ambon harus pergi belajar disana. Perhatikan dulu masalah keluhan masyarakat di Ambon yang belum tuntas ini,” Kata Soselisa. Kalau DPRD tidak pergi pasti mereka presure Pemkot Ambon, maka itulah ada keterlibatan DPRD. "Makanya DPRD diam, karena para pimpinan wakil rakyat juga ikut ke sana,' kritiknya. Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ambon Jemmy Matita, kepada pers pun terkesan menghindar dan cuci tangan. Pasalnya, soal keberangkatan ke Palestina itu, Matitta mengatakan, itu urusan Pemerintah Kota Ambon, karena di DPRD tidak ada dana atau anggaran perjalanan ke luar negeri yang ada hanya di Pemkot. "Kita kembalikan ke Pemkot," katanya. Ia mengakui, dari pihaknya yang berangkat tidak hanya unsur Pimpinan dan Ketua Ketua Fraksi sesuai dengan undangan, namun juga Sekwan DPRD. Karena merupakan bagian dari DPRD, karena kalau kita berbicara parlemen berarti didalam itu ada Sekwan. Soal anggaran itu nantinya ditanya ke Pemkot Ambon,” tutur Matitta. Sementara itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy terkesan merahasiakan besaran anggaran keberangkatan rombongan tersebut ke Palestina yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Untuk diketahui, kebijakan ke luar negeri Pemkot di tahun 2018 ini saja sudah sekitar lima kali yakni ke Belanda dua kali, Amerika Serikat, Jepang dan Australa serta yang keenam ke Palestina. Kepada wartawan Kamis (22/11) di Kantor DPRD Kota Ambon, Walikota Richard Louhenapessy, menuturkan, anggaran yang dipakai dalam keberangkatan ke Palestina ini lewat dana APBD. “Untuk jumlah anggaran saya tidak tahu lah. Yang pasti untuk tiket pulang pergi, hotel dan uang saku. Yang berangkat ke Palestina yakni seluruh ketua fraksi di DPRD sedangkan untuk Pemkot yang terkait seperti Walikota, Sekot, Dispenda, kemudian Sekwan dan juga pegawai pemerintahan,” akuinya. Saat disinggung terkait dengan keberangkatan ini hanya untuk memborosi anggaran atau uang rakyat, Walikota berkelit dan menyampaikan perumpamaan yang kurang pro rakyat dan tidak ada hubungannya. Ia menjelaskan, soal keberangkatan ini, karena pernah ada kunjungan dari anggota parlemen Palestina ke Ambon melihat salah satu kegiatan Internasional yakni kegiatan gereja. Anggota parlemen Palestina yang datang itu juga merupakan mantan Walikota Betlehem. “Setelah beliau melihat dan mendalami Kota Ambon, ternyata Ambon memiliki tipikal dan ciri yang hampir sama dengan di Palestina. Apa kesamaanya yaitu toleransi itu yang sangat istimewa dan sangat luar biasa di Kota Ambon,” katanya. Dengan melihat kondisi ini di Ambon, lalu beliau pulang dan menyampaikan kepada goverment nya. Dan ternyata Menteri Pariwisata mengundang Pemkot bersama parlemen kota, dimana kalau boleh bikin kunjungan kehormatan ke sana. (***)