Share Kredit Konsumtif Di Maluku Menguat

No comment 135 views


banner 160x600
Women face

Ambon, - Secara kesuluruhan, PerbankanP rovinsi Maluku berhasil mencapai hasil kinerja positif melalui penyaluran kredit yang sehat, terlihat dari kualitas kredit pasisi September 2017 dengan NPL sebesar 1,38%, dengan kondisi terhitung masih jauh dibawah NPL Nasional sebesar 3.01%.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku, Bambang Hermanto melalui media Update, Kamis (14/12) di The City Hotel menyampaikan. Langkah perbankan untuk menggenjot pencapaian target kredit pada triwulan IV 2017 akan menjadi salah satu pemicu terus menguatnya penyaluran kredit.

" Dalam Triwulan IV 2017 ini,
masyarakat Maluku menyambut persiapan natal dan tahun baru
yang akan mendorong peningkatan tingkat konsumsi masyarakat dan berdampak pada kehutuhan kredit konsumtif yang cukup tinggi. Hal ini tercermin dalam share kredit produktif dan konsumtif pada tahun 2016 yang menunjukkan pangsa kredit konsumtif mereuat dalam tiga bulan terakhir dalam tahun tersebut yakni dari share 66,88%, pada akhir triuwtan ll 2016 menjadi 68,24 pada akhir tahun 2016," jelasnya.

Perkembangan bulanan kinerja penyaluran kredit perbankan memiliki pola yang masih sama dengan bulan sebelumnya, yakni peningkatan pertumbuhan penyaluran kredit di Provinsi Maluku masih didominasi oleh kredit konsumsit dengan pangsa mencapai 68,22 %.

Dikatakannya, Komponen kredit konsumsi kebutuhan rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan penyaluran kredit dengan peningkatan di empat sektor yaitu sektor Bukan Lapangan usaha lainnya termasuk didalamnya adalah kredit PNS dan pegawai swasta meningkat sebesar Rp432,48 Miliar atau 15,86 %, serta sektor pemilikan rumah tangga laiinya meningkat sebesar Rp 406,43 Miliar atau 13,50%, dan sektor Pemilikan Rumah Tinggal meningkat sebesar Rp129,18 Miliar atau 22,03 % dan sektor pemilikan Kendaraan bermotor meningkat sebesar Rp 11,25 Miliar arau 26,47 %.

Sementara itu, perkembangan di sisi sektor Produktif juga semakin menunjukan kontribusi yang terus meningkat
sebagaimana terlihat pada Perdagangan Besar dan Eceran yang meningkat sebesar Rp225,34 Miliar
(10,83%), sektor penyedian akomodasi dan penyediaan makan minum meningkat sebesar Rp35,79 Miliar
(26,11%), sektor industri pengolahan sebesar Rp33,39 Miliar (47,68%), Sektor Pertanian, Perburuan dan
Kehutanan meningkat sebesar Rp30,57 Miliar (33,19%) dan Sektor perikanan meningkat sebesar Rp10,35
Miliar (17,43%).

Sementara berdasarkan data yang dihimpun dari bank-bank pelaksana KUR, tercatat sampai dengan posisi
Bulan Oktober 2017 sebanyak 32.917 debitur dan baki debet penyaluran KUR sebesar Rp507,10 Miliar.

" Jumlah rekening KUR posisi Oktober 2017 tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun 2016 yang
tercatat sebanyak 23.817 debitur dengan nominal baki debet penyaluran KUR posisi Desember 2016 sebesar Rp364,43 Miliar, meningkat 39,15% (ytd) atau sebesar Rp142,67 Miliar. Pertumbuhan KUR yang
cukup signifikan tersebut diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga cukup baik dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,89% dan dinilai lebih baik bila dibandingkan dengan NPL posisi bulan sebelumnya yaitu sebesar 2,42%.
Pertumbuhan KUR tersebut masih didominasi oleh jenis KUR Mikro-Kredit Modal Kerja sebesar Rp272,47
Miliar atau sebesar 34,27% (ytd) dan KUR Ritel-KMK sebesar Rp103,19 Miliar atau sebesar 7,45% (ytd)," ungkap Hermanto.

Sedangkan, porsi penyaluran terbesar berdasarkan jenis KUR berada pada KUR MIKRO sebesar Rp370,95
Miliar atau 73,15% dari total baki debet penyaluran KUR dan KUR Ritel sebesar Rp136,15 Miliar atau
sebesar 26,85% dari total baki debet penyaluran KUR. KUR Mikro diberikan dengan plafon maksimal Rp25
Juta sedangkan KUR Ritel diberikan dengan plafon Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta. Pencapaian
tersebut diharapkan dapat terus berlanjut guna pengembangan ekonomi di Provinsi Maluku.

" Penggunaan KUR banyak dimanfaatkan oleh pengusaha mikro dan kecil untuk modal kerja usaha yang
mencapai 74,08% dari total KUR dengan rincian KUR - Modal Kerja sebesar Rp375,66 Miliar dan KUR?Investasi sebesar Rp 98,49 Miliar dan KUR Ritel – KI sebesar Rp32,96 Miliar," tandasnya.(MQN)