Sama Kuat, Kans Tiga Balon Gubernur Maluku

No comment 444 views


banner 160x600
Women face

Ambon , – Tiga pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur peserta pemiliham kepala daerah (pilkada) Maluku hingga saat ini masih memiliki peluang yang sama untuk merebut posisi kepemimpinan pada perhelatan politik serentak juni mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Lembaga Survey Media Riset Strategi Bedah Nusantara, Steve Palyama melalui data yang dirilis pada, Selasa (9/1) di kota Ambon.

Hasil survey sementara ini menunjukan bahwa adanya tiga pasangan bakal calon (balon) yang bertarung dalam pesta Pilgub 2018 dan telah mendaftar secara resmi di KPU Maluku, ketiga pasangan balon tersebut antara lain Said Assagaff dan Andre Rentanubun (SANTUN) , Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) serta Murad Ismail dan Barnabas Orno ( Baileo).

” Awalnya pihak kami telah mensurvey ke sembilan bakal calon gubernur serta sepuluh bakal calon wakil gubernur dan hasil yang kami dapati hanya tiga Pasangan bakal calon yang lolos”, ungkap Palyama.

dijelaskannya ,presentasi dikenal dan disukai, menunjukan hasil sebagai berikut, Said Assagaf dikenal sebanyak 94, 58 % dan disukai sebanyak 68, 93%.

Herman Koedoeboen dikenal sebanyak 77, 25 % dan disukai sebanyak 75,12% serta Murad Ismail dikenal sebanyak 61, 25% dan 81,96%.

Masing-masing dilihat berdasarkan elektabilitas Paslon Gubernur diantaranya, Said Assagaf sebanyak 40,07% , Herman Koedoeboen 29,05%, Murad Ismail 14,17% serta yang belum menentukan 16,72%.

Penilaian sama juga terjadi pada Paslon wakil gubernur diantaranya Andreas Rentanubun dikenal 71,90% dan dikenal 77,91% , Abdullah Vanath dikenal 89,22 % disukai 85, 67% serta Barnabas Orno 70,11% di sukai 79, 81%.

Dengan tingkat elektabilitas sebagai diantaranya Andreas Rentanubun 15,21 %,Abdullah Vanath 39,16%, Barnabbas Orno 21,17 % dan yang belum menentukan mencapai 24,46%.

Presentasi hasil yang diterima keseluruhan ketiga Paslon tersebut rata-ratanya, Paslon SANTUN memperoleh 39, 16% , Murad 19,17% , HEBAT 31,48% dan belum menentukan pilihan 10,19%.

Temuan lainnya menyatakan bahwa jumlah daftar pemilih yang telah menentukan pilihannya sebanyak 83, 79 % , dan yang belum menentukan pilihannya sebanyak 16,21 %.

Dipaparkannya, dari 83,79 % penentu pilihan ini, masih terdapat 10, 21% pemilih yang masih bisa merubahnya. Sedangkan untuk sementara waktu, 67,55 % telah komit dan tetap dengan pilihannya.

Dengan demikian terdapat 26,40 % penentu yang merupakan potensi gerak yang sangat dinamis. Oleh sebabnya, semua kandidat masih memiliki peluang yang sama.

Selain itu menurutnya , posisi partai politik sangat menentukan pergeseran elektabilitas balon. Juga beberapa point lainnya seperti isu politik ini akan dianggap normatif juga situasi politik yang lama dapat mengalami fluktuasi yang sangat tajam.

Dalam grafik penentu, di jelaskan bahwa partai yang masih dikatakan besar ialah PDIP dengan frekuensi penentu sebanyak 16,2 % di ikuti oleh partai Golkar sebanyak 13,1% dan partai PKB menduduki posisi ketiga dengan presentasi 10% serta diikuti oleh partai Gerindra yakni 9,4 %.

Selain itu, untuk kemungkinan terjadi head to head sangat besar apabila calon independen tidak memenuhi syarat ketentuan.

Karena itu diharapkan, komunikasi politik antar kandidat harus tetap di jaga karena dapat berdampak pada sentimen elektabilitas.(MQN)