Proyek JMP Diduga Berbau Korupsi

No comment 428 views
banner 160x600

Women face

 

Baca Juga: Bupati Abua Tipu Dua Mata Rumah Parentah Negri Hatu
Baca Juga: Lantik Raja Hatu Tanpa Pemilihan

AMBON - Proyek pembangunan Jembatan Merah Putih ( JMP) yang telah rampung. Dan sudah diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, menyisakan cerita menarik.

Pasalnya proyek pembangunan Jembatan Merah Putih yang menelan dana sebesar Rp.772,9 miliard ini diduga terindikasi korupsi.

Dari data yang didapat Fakta Maluku Kamis (2/8). Indikasi dugaan korupsi pembangunan Jembatan Merah Putih ini terjadi pada pekerjaan pembangunan underpass.

Di tahun 2014, pemprov menggelontorkan anggaran APBD untuk pembebasan lahan kepada sejumlah warga yang memiliki lahan. Namun ada satu pemilik tanah yang belum juga sepakat dengan proses ganti rugi yang ditawarkan oleh pemerintah.

Selanjutnya di tahun 2015 ada anggaran dari APBN yang dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang diperuntukan untuk membayar kepada pemilik lahan.

Namun saat itu salah satu keluarga pemilik lahan menolak ganti rugi lantaran harga yang diberikan di nilai rendah.Lahan yang sementara ini menjadi masalah seluas 839 meter persegi.

Pemerintah Provinsi Maluku menilai nilai lahan sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yaitu Rp425 ribu per meter. Namun Nurhayati Tutupoho selaku ahli waris pemilik lahan mematok harga Rp2,5 juta per meter.

Dalam market pembangunan JMP Galala-Poka, lahan seluas 898 meter persegi di kawasan jalan Jenderal Sudirman milik keluarga Tutupoho ini diprogramkan masuk dalam proyek jalan bawah tanah (underpass) menuju atau keluar jembatan merah putih.

Akhirnya setelah melalui proses gugatan di Pengadilan Negeri Ambon. Akhirnya pemerintah dinyatakan menang atas keluarga Tutupoho.

Dan selanjutnya pemerintah lewat panitera dan juru sita Pengadilan Negeri Ambon, melakukan eksekusi terhadap lahan tersebut guna dilakukan pembangunan underpass.

Untuk diketahui, proyek underpass sudirman menggunakan APBN tahun 2015 senilai Rp37 miliar. Namun, sampai saat ini proyek tersebut belum juga diselesaikan .

Sumber Fakta Maluku di Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara menyebutkan. Dana pembangunan underpass senilai Rp. 37 miliard diduga telah dicairkan keseluruhannya kepada PT. Modern Mutu Konstruksi, salah satu perusahaan milik Alen Waplau alias Chai selaku rekanan pembangunan underpass. Namun hingga saat ini, underpass tersebut tidak pernah dikerjakan. (JWL)