Diduga Lakukan Pungli

Plt Direktur PDAM Di Laporkan Ke Jaksa

No comment 473 views
banner 160x600

Women face

Diduga Lakukan Korupsi

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Ambon Dan SBB, Tidak Berpotensi Tsunami
Baca Juga: Heli MI 8 Lakukan Water Bombing Wilayah Terdampak Likuifaksi Di Sulteng

Plt PDAM Ambon Dilaporkan Ke Kejaksaan

AMBON - Satu lagi kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan oknum pejabat di kota Ambon, kembali masuk ke meja jaksa.

Kali ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Kota Ambon, Alfonsius Tetelapta dilaporkan bawahannya, lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi uang negara.

Atrishyane.W.Pical Kasubag Kas dan Penagihan PDAM Kota Ambon, dalan laporannya yang sampaikan langsung ke Kejaksaan Tinggi Maluku Senin (6/8) mengungkapkan.

Guna mengatasi krisis air bersih yang terjadi di kota Ambon oada tahun 2016. Pemerintah kota Ambon lewat Dinas Pekerjaan Umum Kota Ambon.

Menyetujui pembangunan sumur bor yang berlokasi di Wainitu dengan besar anggaran Rp.650 juta. Dan dana tersebut dibebankan pada APBD Dinas Pekerjaan Umum kota Ambon tahun 2016.

Dalam bagian lain laporannya, Pical yang didampingi penasehat hukumnya, Yustin Tuny mengatakan. Lantaran pembangunan sumir bor tersebut merupakan sesuatu kebutuhan yang mendesak. Maka disepakati, pembangunan sumur bor tersebut menggunakan dana internal PDAM Kota Ambon.

Dan selanjutnya Dinas Pekerjaan Umum kota Ambon akan mengganti uang tersebut.
Selanjutnya, pada tanggal 11 Pebruari 2016. pelapor dalam kapasitasnya selaku Kasubag Kas dan Penagihan PDAM Kota Ambon.

Lantas membuat cek senilai Rp.100 juta. Dan uang tersebut ditransfer oleh salah satu staff PDAM Kota Ambon ke rekening bank BCA dengan nomor rekening 0440741240 atas nama Alfinsius Teteleptta.

Kemudian pada tanggal 23 Pebruari 2016, Teteleptta kembali memerintahkan pelapor, guna mentransfer uang sebesar Rp.100 juta ke rekening pribadi Teteleptta. Tidak sampai disitu, Teteleptta lantas memerintahkan pelapor guna mengeluarkan uang sebesar Rp.10 juta dengan alasan untuk kebutuhan pembuatan sumur bor tetsebut.

Setelah itu, ada juga pengambilan uang tunai sebesar Rp.56.909.500 oleh Aneke Piterz, selaku Kasubag Perbekalan dan material.

Setelah itu, Dinas Pekerjaan Umum kota Ambon, sesuai kesepakatan. Mengembalikan dana sebesar Rp.266 juta yang digunakan PDAM Kota Ambon untuk membangun sumur bor tersebut. Dan hal ini juga diperkuat dengan pengakuan Kepala Dinas Pekerjaan Umum saat itu.

Pical dalam laporannya itu juga menegaskan. Bahwa sesuai kenyataan, dirinya selaku Kasubag Kas dan Penagihan PDAM Kota Ambon, tidak pernah menerima dana yang dikembalikan Dinas Pekerjaan Umum kota Ambon itu.

Belakangan diketahui, uang sebesar Rp.266 juta milik PDAM Kota Ambon itu, semuanya dikuasai oleh Plt Direktur PDAM Kota Ambon, Alfonsus Tetelepta.

Sementara itu, penasehat hukum pelapor, Yustin Tuny seusai mendampingi kliennya mengungkapkan.

Laporan yang disampaikan kliennya itu, merupakan tanggung jawab kliennya selaku warga negara Indonesia. Yang mengetahui adanya suatu dugaan tindak pidana, dalam hal ini tindak pidana korupsi.

"Saya berharap, setelah laporan ini diterima pihak Kejaksaan Tinggi Maluku. Pihak Kejaksaan Tinggi Maluku agar bertindak cepat dalam upaya penuntasan korupsi dan penyelamatan keuangan negara, " tandasnya. (JWL)