Bupati Malteng Berulah

Lantik Raja Hatu Tanpa Pemilihan

No comment 1431 views
banner 160x600

Women face

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua Kamis (29/11) malam kembali berulah dengan melantik Marcus Hehalatu, sebagai raja negeri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Baca Juga: Bupati Abua Tipu Dua Mata Rumah Parentah Negri Hatu
Baca Juga: UHC 1 Januari 2019 : Kota Tual Patut Dibanggakan

Pelantikan ini dilakukan secara diam-diam dan berlangsung di pendopo Bupati, dan hanya dihadiri oleh kepala bagian Pemerintahan Malteng Anes Noya, Sekretaris Kecamatan Leihitu Barat Jhon F. Latumeten dan saniri negeri Hatu.

Pelantikan misterius ini pun membuat ketenangan warga di desa Hatu semakin terusik. Pasalnya, pelantikan Marcus Hehalatu sebagai raja negeri Hatu ini, tidak melalui mekanisme pemilihan yang semestinya dilakukan oleh mata rumah parentah.

Pengangkatan dan pelantikan Marcus Hehalatu sebagai raja negeri Hatu telah bertentangan dengan Peraturan Daerah Maluku Tengah Nomor 01 tahun 2006, bagian ketiga pasal 6 tentang Syarat dan Tata Cara Pengangkatan Kepala Pemerintahan Negeri/Negeri Administratif. Dimana pada saah satu poin menyebutkan “calon kepala pemerintahan berpendidikan paling redah lulusan sekolah lanjutan tingkat pertama dan atau sederajat”. Sedangkan Marcus Hehalatu hanyalah mengenyam pendidikan sampai bangku kelas empat pada Sekolah Dasar Negeri Hatu. Kuat dugaan Marcus Hehalatu telah melakukan pemalsuan ijazah.

Aroma tak sedap ini pun membuat beberapa warga berinsiatif untuk melakukan investigasi di sekolah asal Marcus, dan mendapatkan bukti berupa nomor induk yang tertera di ijazahnya adalah terdaftar atas nama David Maatita yang tamat belajar pada tahun ajaran 1960/1961 pada sekolah rakjat negeri, dan bukan atas nama Marcus Hehalatu yang di ijazahnya pada 21 Desember 1973. Ada dugaan lain pula, bahwa foto pada ijazah marcus adalah foto milik adiknya, Benny Hehalatu.

1543558064-Fakta Maluku-11   

Ijazah yang diduga palsu milik Marcus Hehalatu. Lulus Tahun 1973 Nomor Induk 108

1543558212-Fakta Maluku-22

Ijazah David Maatita Lulus Tahun 1960 Nomor Induk 108

Ironisnya, dugaan pemalsuan ijazah ini telah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah. Dan Wakil Bupati Maluku Tengah, Marlatu Leleury telah memerintahkan staf kabupaten untuk mengusut temuan tersebut. Namun hingga kini Wakil Bupati belum menerima hasil pengusutan yang dilakukan oleh stafnya.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua Jumat (30/11) pagi yang ingin ditemui oleh perwakilan dari  mata rumah parentah, di Kantornya di Masohi namun Bupati terkesan menghindar tanpa alasan apapun.

Hal serupa juga dialami oleh Fakta Maluku yang mencoba menghubungi Bupati Abua melalui telepon selulernya untuk mengkonfirmasi seputar pelantikan misterius ini, namun Bupati Abua tidak merespon panggilan selulernya. (FM-02)