Kongda PSSI Maluku Di Tuding Abal Abal

No comment 161 views


banner 160x600
Women face

AMBON - Panitia Kongres Daerah (Kongda) Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Maluku Tahun 2017 dituding tidak profesional dan sangat menunjukkan keberpihakannya pada salah satu calon ketua umum Asprov PSSI Maluku 2017-2021. 

Beberapanama mengemuka sebagai bakal calon ketum Asprov PSSI Maluku masa bakti empat tahun ke depan menggantikan Dirk Soplanit, di antaranya Sofyan Lestaluhu (Sekjen Asprov PSSI Maluku), Heygel Tengens (Dirut SSB Amboina dan penggila bola), Andreas Rentanubun (Bupati Maluku Tenggara 2013-2018 dan Pembina Persemalra Maluku Tenggara periode 2000an) dan Jonias Ony Lewerissa (Pembina PSA All Stars).

’’Saudara Zacharias Rumlus baru pulang dari Asprov (PSSI Maluku) par minta formulir pendaftarn calon ketum,,tapi jawaban dari Hamid Angio selaku ketua Panpel bahwa harus ada rekomendasi dari wali kota. Sebenarnya apa hubungan formulir pendaftaran calketum Asprov PSSI Maluku dengan pak wali kota. Inisudah tidak betul dan merupakan pembohongan publik dan pembodohan publik. Panpel seakan-akan menolak calon lain dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,’’ kecam pengamat sepakbola Josie Latupeirissa kepada pers di Ambon, Jumat (17/11).

Latupeirisa menengarai panpel telah menggiring proses dan mekanisme sepakbola ke ranah politik praktis yang kelak dikhawatirkan membawa preseden buruk bagi dunia persepakbolaan lokal menuju kancah nasional.

’’Kami melihat samua proses ini sudah tidak wajar lagi. Formulir itu kan bebas bagi siapa saja yang ingin mencalonkan diri sepanjang sosok itu bertekad kuat memajukan sepakbola Maluku. Saya anggap Panpel terlibat dan berpihak pada salah satu calon ketum Asprov PSSI Maluku,’’ ungkap mantan pemain PSA Ambon dekade 1980an itu.

Latupeirisa membeberkan sebagian besar Asosiasi Kabupaten PSSI belum dilantik, tetapi sengaja diberikan undangan mengikuti Kongda Asprov PSSI Maluku pada 15 Desember di Ambon untuk mendukung kandidat tertentu dengan skenario akhir aklamasi.

’’Yang kami tahu itu sebagian besar Askab PSSI itu belum dilantik. Nah, kalau belum dilantik kenapa ada undangan kepada mereka. Setahu kita secara otomatis setiap kabupaten dan kota itu sudah ada hak suara. Kita akan laporkan hal ini ke PSSI dan Menpora soal panitia kongres Asprov PSSI Maluku yang abal abal ini. Kita mintakan
agar tahapan penjaringan harus diulangi karena panitia sudah memihak ke salah satu calon,’’ tegas Latupeirisa.

Terpisah Sekjen Asprov PSSI Maluku Sofyan Lestaluhu menampik tudingan sebagian kalangan bahwa panpel Kongda PSSI Maluku tidak profesional.

’’Itu tidak benar. Teman-teman di panpel tetap transparan dan profesional,’’ kilahnya ketika berpapasan dengan koran ini di Pengadilan Negeri Ambon, pagi kemarin.(JWL)