Kejari Ambon Didesak Tuntaskan Kasus DD - ADD Urimesing

No comment 138 views


banner 160x600
Women face

AMBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon didesak segera mempercepat proses penanganan kasus dugaan korupsi dana desa dan alokasi dana desa (ADD - DD) pada Desa Urimesing Kota Ambon.
Desakan tersebut disampaikan Alberth Manuputty kordinator bidang hukum Maluku Anti Korupsi (MAKI) kepada wartawan Selasa (5/9) di Ambon.
Diungkapkan Manuputty, kasus dugaan korupsi DD dan ADD di desa Urimesing telah dilaporkan warga negeri Urimesing beberapa bulan lalu. Namun sampai kini naaib laporan tersebut tidak jelas.
"Saya kira sudah saatnya Kejari Ambon menyampaika kepada publik hasil penyidikan yang mereka lakukan. Apalagi jaksa telah turunLangsung ke beberapa dusun di negeri urimesing guna mengecek kebenaran laporan itu,"tegas Manuputty.
Selain itu juga dalam.laporan yang disampaikan warga Urimesing ini, disertai bukti bukti yang cukup akurat. Sehingga tidak ada alasan pihak kejaksaan negeri Ambon berlama lama dalam kasus tersebut.
"Tagal itu kami mendesak Kejari Ambon guna sesegera mungkin menuntaskan kasus dugaan korupsi DD dan ADD di Urimesing ini,"ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penggunaan DD dan ADD desa Urimesing diduga beraroma korupsi. Pasalnya ada beberapa proyek yang tidak dijalankan. Selain itu juga ada proyek yang dilakukan tidak sesuai. Bahkan parahnya lagi bantuan anakan ubi talas yang diberikan Dalam.bentuk uang tunia. Juga tidak sesuai. Dimana sesuai berita acara, bantuan yang diberikan pemerintah negeri Urimesing yakni sebesar Rp.20 juta. Namun nyatanya hanya diberikan Rp.3 juta saja bagi penerima bantuan. Bahkan yang anehnya lagi salah satu Kaur didesa Urimesing diduga melakukan manipulasi pemberian bantuan berupa peralatan pertanian. Dimana dalam pemberian tersebut oknum ini menggunakan pakaian salah satu partai politik. Padahal bantuan ini bersumber dari DD dan ADD Urimesing.
Dalam kasus dugaan korupsi DD dan ADD desa Urimesing ini, diduga melibatkan semua kepala urusan (Kaur) didesa tersebut. (JWL)