Proyek Pelabuhan Laut Aboru Terbengkalai

Kejaksaan Didesak Periksa Yana Tanasale

No comment 509 views


banner 160x600
Women face

AMBON - Kejaksaan Tinggi Maluku didesak memeriksa Yana Tanasale, kepala bidang perhubungan laut, Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi Maluku yang juga adalah PPTK proyek pembangunan dermaga laut Aboru.

Pasalnya proyek pembangunan dermaga laut Aboru senilai Rp. 5 miliar lebih hingga kini pembangunannya terbengkalai alias mangkrak
Desakan tersebut disampaikan Victor Ngarbingan kordinator bidang investigasi Jaringan Anti Korupsi (JaK) Maluku kepada Fakta Maluku Selasa (19/12) di Ambon

Diungkapkan Ngarbingan, proyek pembangunan dermaga laut Aboru terindikasi terdapat kerugian negara ratusan.juta rupiah.

"Dari hasil investigasi langsung ke lokasi pembangunan dermaga laut di Aboru. Terindikasi adanya kerugian.negara yang mencapai ratusan juta rupiah. Ini terbukti dengan tidak beresnya pembangunan tahap pertama proyek dimaksud, " bebernya.

Ketidak beresan proyek ini lanjut Ngarbingan terlihat dari pekerjaan tahap pertama berupa pembangunan trastale dermaga. Dimana sesuai kontrak trastale yang di bangunan panjangnya adalah 60 meter. Namun pada kenyataannya hanya dikerjakan 40 meter saja.

"Begitu juga dengan lebar jembatan. Dimana sesuai kontrak lebar dermaga ini adalah 4 meter. Namun.hanya dikerjakan 2 meter lebih, " ungkap Ngarbingan.

Hal ini tambahnya, menunjukan bahwa Tanasale selaku kepala.bidang perhubungan laut yang juga adalah PPTK pada.proyek ini tidak serius dalam menangani proyek tersebut.

Selain itu juga Tanasale maupun dinas perhubungan provinsi Maluku terkesan menutup mata terhadap berbagai kecurangan yang terjadi dalam proyek pembangunan dermaga laut Aboru ini.

"Semua data yang kami dapat langsung dilapangan telah kami rampungkan dalam bentuk laporan, dan telah kami kirimkan ke Kementrian Perhubungan. Lantaran adanya indikasi kerugian negara dalam proyek ini. Dan Tanasale selaku kepala bidang perhubungan laut maupun PPTK mesti bertanggung jawab, " tegasnya.

Jika nantinya lanjut Ngarbingan Kementrian Perhubungan tidak menindak lanjuti laporan tersebut. Maka Jaringan Anti Korupsi siap melaporkan kasus ini ke kejaksaan agung.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan dermaga laut Aboru menyisakan persoalan yang terindikasi menyebabkan kerugian negara. Selain pekerjaan tahap pertama yang tidak.selesai. pembangunan.tahap kedua juga menyisakan persoalan.

Pasalnya pembangunan tahap kedua urung dilakukan lantaran proses lelang tahap kedua proyek ini dua kali dinyatakan gagal. Namun anehnya walaupun tidak ada pekerjaan tahap kedua proyek pembangunan.pelabuhan laut aboru ini. Akan tetapi panitia tetap menjalankan proses lelang untuk rekanan atau kontraktor pengawas telah ditetapkan pemenangnya. Nilai pekerjaan untuk pengawasan proyek ini senilai Rp. 114.740.000. Dan dimenangkan oleh CV Berko dengan nilai penawaran sebesar Rp. 95.320.000. (JWL)