Kebijakan Walikota Dinilai Tak Berpihak Kepada Rakyat Kecil

No comment 147 views


banner 160x600
Women face

AMBON - Kebijakan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy terkait penurunan harga parkir di kota Ambon, dinilai tidak berpihak bagi rakyat kecil.

"Penurunan tarif parkir hanya berlaku bagi mobil saja. Dimana pemilik mobil adalah masyarakat kelas menengah keatas. Sedangkan masyarakat kelas bawah lebih banyak menggunakan sepeda motor, " demikian ditegaskan Elthon Syaranamual, salah satu pemerhati persoalan kemasyarakatan di kota Ambon kepada Fakta Maluku Sabtu (13/1).

Diungkapkan Syaranamual sejatinya suatu kebijakan yang diambil penguasa paling tidak dapat berdampak baik kepada masyarakat, bukan kepada golongan tertentu.

"Padahal dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, Louhenapessy selalu dengan lantang berteriak, jika dirinya terpilih maka kebijakan yang akan diambilnya akan berpihak kepada rakyat kecil, " tuturnya.

Namun sayangnya lanjut Syaranamual, dalam praktek semua itu berbanding terbalik dengan apa yang pernah disampaikan Louhenapessy dalam kampanye pemilihan walikota beberapa waktu lalu.

"Dengan realita yang ada, kita menjadi bertanya dimanakah kebijakan pemerintah kota Ambon yang berpihak kepada rakyat kecil, " tegasnya.

Dirinya juga menyayangkan sikap DPRD Kota Ambon yang dinilai tidak tanggap dalam menyikapi persoalan tersebut.

Padahal semestinya DPRD Kota Ambon mendesak pemerintah kota Ambon guna membatalkan kebijakan yang dianggap menguntungkan golongan tertentu. Bukan sebaliknya malah mendukung langkah pemerintah kota Ambon yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Sebagaimana diketahui, pemerintah kota Ambon lewat surat keputusan walikota Ambon telah menetapkan tarif parkir baru yang berlaku pada tahun 2018 ini. Dimana tarif parkir mobil yang dulunya Rp.5000, diturunkan menjadi Rp.3000, sekali parkir. Sedangkan tarif parkir sepeda motor yang dulunya Rp.2000, tidak mengalami perubahan. (JWL)