Kasus Dugaan Mark Up Pembelian Speed Boat Di MBD Abu Abu

No comment 210 views
banner 160x600

Women face

AMBON - Kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speed boat pada Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Yang ditangani Ditkrimsus Polda Maluku kini mula abu-abu alias tidak jelas.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Ambon Dan SBB, Tidak Berpotensi Tsunami
Baca Juga: Heli MI 8 Lakukan Water Bombing Wilayah Terdampak Likuifaksi Di Sulteng

Pasalnya hingga kini belum satu orangpun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Padahal kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp. 1.5 miliard ini telah ditangani Ditkrimsus Polda Maluku sejak lama. Namun hingga kini tidak ada kejelasannya.

"Mestinya sekarang ini penyidik Sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Dan hal ini sesuai spa yang disampaikan penyidik. Bahwa mereka telah mengantongi nama-nama tersangka, " demikian ditegaskan Raymond Siahaya salah satu pemerhati persoalan hukum kepada Fakta Maluku Sabtu (19/6).

Diungkapkan Siahaya, Sejauh ini penyidik telah memeriksa Belasan saksi dalam kasus yang diduga melibatkan Desianus Orno, adik kandung Barnabas Orno, calon wakil gubernur Maluku yang bepasangan dengan mantan Kapolda Maluku, Murad Ismail.

Belum ditetapkannya tersangka dalam kasus ini lanjut Siahaya. Mengindikasikan bahwa Ditkrimsus Polda Maluku, terkesan setengah hati dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Bahkan kini penyidikan Ditkrimsus Polda Maluku terlihat lebih serius menyelesaikan kasus dugaan SPPD fiktif Di Buru dan Kota Ambon. Ada Ada sebenarnya sehingga Ditkrimsus Polda Maluku lamban dalam kasus speed boat Di MBD, " ujarnya.

Diduga Ditkrimsus Polda Maluku enggan menyelesaikan kasus dugaan mark up pembelian empat unit speed boat milik Dinas Perhubungan Kabupaten MBD tersebut.

Lantaran kasus ini diduga ikut Monterey Desianus Orno. Adik kandung Barnabas Orno yang mencalonkan diri sebagai calon wall gubernur Maluku, yang berpasangan dengan Murad Ismail.

"Kasus pengadaan empat unit speed boat pada Dinas Perhubungan Kabupaten MBD ini semakin abu-abu ditangan Polisi. Hal tersebut terjadi lantaran diduga pihak kepolisian setengah hati dalam menyelesaikannya. Lantaran diduga ikut menyeret adik kandung Barnabas Orno, " pungkasnya. (JWL)