Terkait Dugaan Korupsi Proyek Solar Cell Di SBT

Kajati Diminta Evaluasi Kinerja Kajari Masohi

No comment 201 views
banner 160x600

Women face

AMBON - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku diminta mengevakuasi kinerja Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Masohi, Robinson Sitorus.

Baca Juga: Bupati Abua Tipu Dua Mata Rumah Parentah Negri Hatu
Baca Juga: Lantik Raja Hatu Tanpa Pemilihan

Pasalnya Kajari Masohi diduga sengaja mendiamkan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lampu solar cell pada Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Seram Bagian Timur.

Desakan tersebut disampaikan Faisal Renyaan kordinator bidang hukum Barisan Maluku Anti Korupsi kepada Fakta Maluku Sabtu (6/10) di Ambon

Diungkapkan Renyaan, kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan lampu jalan jenis solar cell. Diduga diketahui oleh Kejaksaan Negeri Masohi.

"Informasi yang berhasil kami himpun, proyek pembangunan lampu jalan solar cell di SBT diduga bermasalah. Dan Kejaksaan Negeri Masohi mengetahui hal tersebut. namun Kejari Masohi diduga sengaja mendiamkan kasus yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah ini, " paparnya.

Kejanggalan lainnya lanjut Renyaan. Kejaksaan Negeri Masohi yang masuk dalam tim TP4D. Diduga mengetahui adanya penyimpangan pada proyek tersebut. Namun Kejari Masohi diduga tetap mendiamkan persoalan itu.

Selanjutnya tambah Renyaan, diduga untuk mencuci tangan dan melepaskan tanggung jawab. Kajari Masohi Robinson Sitorus malah mengalihkan kasus dugaan korupsi proyek lampu jalan solar cell Dinas Pekerjaan Umum kabupaten SBT, yang pernah ditanganinya itu kepada Kejari Bula.

" Kami menduga hal itu sengaja dilakukan Sitorus guna mencuci tangan dalam kasus tersebut. Oleh karena itu kami mendesak Kajati Maluku segera mengevaluasi kinerja Robinson Sitorus selaku Kajari Masohi, " tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada tahun 2017 lalu. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBT mendapat alokasi dana DAK dari pemerintah pusat senilai Rp.11 miliard.

Dana tersebut diperuntukan bagi pembangunan lampu solar cell. Namun dalam pelaksanaannya, proyek yang dikerjakan oleh Yaser Alhamid tersebut terindikasi merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Hal ini lantaran perangkat (panel surya) dan lampu yang digunakan adalah barang palsu. Bahkan belakangan didapat informasi, Kejari Masohi telah mengantongi nama perusahaan tempat Alhamid diduga membeli barang barang palsu tersebut.

Anehnya walaupun telah mengantongi bukti bukti dugaan korupsi pada proyek ini. Akan tetapi Kejari Masohi enggan mengusut tuntas kasus ini. (JWL)