Gantle, RR Mengundurkan Diri Dari Jabatan Wakil Ketua DPRD Maluku

banner 160x600

Women face

Gantle Dan Satria, RR Mundur Dari Wakil Ketua DPRD Maluku

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Ambon Dan SBB, Tidak Berpotensi Tsunami
Baca Juga: Heli MI 8 Lakukan Water Bombing Wilayah Terdampak Likuifaksi Di Sulteng

AMBON - Sikap Gantle dan satria diperlihatkan politisi senior Maluku dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Richard Rahakbauw atau akrab disapa RR, dengan sikap Satria dan Gantle mengundurkan diri dan meletakan jabatannya selaku wakil ketua DPRD Provinsi Maluku.

" Dari hati yang dalam saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua fungsionaris, kader, dan simpatisan partai Golkar yang telah berjuang dalam Pilgub ini. Dan sebagai wujud dari komitmen saya, maka dengan ini saya mengundurkan diri selaku wakil ketua DPRD Provinsi Maluku, " demikian ditegaskan RR kepada wartawan saat jumpa pers Rabu (4/7).

Diungkapkan RR, pengunduran dirinya dari jabatan wakil ketua DPRD Maluku, merupakan implentasi dari komitmennya.

Apa yang dilakukannya lanjut Rahakbauw menunjukan bahwa tindakan atau sikap seorang politisi itu haruslah sejalan dengan perkataannya.

" Saya yakin bahwa jabatan itu merupakan amanah dan anugrah dari yang maha kuasa. Dan bagi saya mengundurkan diri dari jabatan wakil ketua DPRD Maluku adalah sebagai bentuk komitmen saya selaku politisi, " ujar Rahakbauw

Menjawab pertanyaan wartawan, jika nantinya surat pengunduran dirinya itu ditolak oleh DPD Golkar Maluku. Dan DPD Golkar Maluku tetap menginginkan dirinya menjadi wakil ketua DPRD Maluku, Rahakbauw menegaskan.

Bahwa dirinya secara resmi telah menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatan wakil ketua DPRD Maluku kepada DPD Golkar Maluku pada 28 Juni 2018. Dan segala proses terkait hal tersebut adalah wewenang DPD Golkar Maluku.

Pada kesempatan tersebut politisi Golkar yang dikenal vokal ini juga menyampaikan maafnya kepada pasangan Said Assagaff dan Andreas Rentanubun.

Lantaran belum dapat mengantarkan pasangan tersebut menduduki kursi gubernur dan wakil gubernur Maluku.

"Saya dan seluruh kader, fungsionaris dan relayawan Golkar telah bekerja dan berupaya dengan semua kemampuan yang ada, namun kami belum berhasil. Jangan saling menyalahkan dan jangan mengkambing hitamkan siapapun dalam kegagalan ini. Akan tetapi kegagalan ini harus menjadi bahan evaluasi guna kemajuan partai Golkar ke depan, " paparnya.

Rahakbauw juga menegaskan, sebagai manusia memang merasa sedih atas suatu kegagalan. Namun kader dan fungsionaris Golkar Maluku janganlah larut dalam kesedihan dan kegagalan tersebut.

"Sekarang ini mari kita semua bersatu padu guna memenangkan Golkar dalam pemilihan legislative baik DPRD kabupaten kota, DPRD Provinsi Maluku, dan DPR RI. Serta memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti, " papar Rahakbauw.

Pada kesempatan tersebut, Rahakbauw juga mengatakan. Sekarang ini sudah tidak ada lagi Santun, Baileo maupun Hebat. Namun yang ada hanyalah Masyarakat Maluku yang bersatu padu.

"Mari kita dukung gubernur Maluku terpilih beserta program kerjanya demi kemajuan Maluku guna menciptakan masyarakat Maluku yang sejahtera, " demikian Rahakbauw.(JWL)