Tahan Sertifikat Warga Tanpa Alasan

Fien Parera Dilaporkan Ke BPN Pusat

No comment 345 views
banner 160x600

Women face

 

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Ambon Dan SBB, Tidak Berpotensi Tsunami
Baca Juga: Heli MI 8 Lakukan Water Bombing Wilayah Terdampak Likuifaksi Di Sulteng

AMBON - Ada Ada saja ulah Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menyusahkan masyarakat. Kali ini ASN dilingkup Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon, yang bikin ulah.

Adalah Fien Parera, oknum ASN dilingkup BPN Kota Ambin. Dimana Parera tanpa alasan Yang jelas berani menahan sertifikat hak milik (SHM) milik Stevy Hehakaya, warga Passo.

Kepada media ini Selasa (2/10) Hehakaya mengungkapkan. Pada beberapa tahun lalu dirinya membeli sebidang tanah dari Benny Latupella di wilayah desa Passo.

Setelah membeli sebidang tanah tersebut, Hehakaya lantas membangun rumah. Disamping itu juga, Hehakaya membangun akses jalan mobil menuju rumahnya.

Jalan tersebut dibangun Hehakaya setelah dirinya kembali membeli sebidang tanah dari Benny Latupella.

Beberapa waktu kemudian pemerintah lewat program Pronas yang dicanangkan Presiden Jokowi menyasar seluruh wilayah nusantara termasuk Maluku.

Salah satu bidang tanah di kota Ambon yang masuk program Prona adalah tanah milik Hehakaya.
Namun anehnya ketika tanahnya sah memiliki sertifikat. Justru Fien Parera selaku pegawai BPN Kota Ambon berulah.

"Ketika saya hendak mengambil sertifikat tanah milik saya. Ibu Parera menyatakan bahwa sertifikat saya belum bisa diambil. Saya baru bisa mengambil sertifikat tersebut setelah menyelesaikan persoalan saya dengan salah satu warga sekitar. Padahal selama ini saya tidak pernah bermasalah dengan siapa pun, " beber Hehakaya.

Ditambahkannya, dirinya berani membangun akses jalan dari dan kerumahnya. Setelah dirinya membeli tanah tersebut dari Latupella.

"Jadi kalau mereka mengatakan itu bermasalah, itu masalah mereka dengan Latupela dan bukan dengan saya. Karena.saya membeli tanah tersebut dari Latupela yang adalah tuan tanah, " bebernya.

Tagal itu, Hehakaya lewat kuasa hukumnya akan melaporkan tindakan Parera itu kepada kepala BPN pusat.

"Hal ini agar BPN pusat mengetahui sepak terjang pegawai BPN Ambon yang bobrok itu, " ujarnya. (JWL)