Fatlolon Akui Belum Banyak Berbuat Untuk MTB

No comment 123 views
banner 160x600

Women face

AMBON - Tak terasa perjalanan pemerintahan Petrus Fatlolon dan Agustinus Utuwally telah memasuki usia 1 tahun pada 22 Mei 2018 ini sebagai Bupati - Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) periode 2017 - 2022.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Ambon Dan SBB, Tidak Berpotensi Tsunami
Baca Juga: Heli MI 8 Lakukan Water Bombing Wilayah Terdampak Likuifaksi Di Sulteng

Perayaan satu tahun kepimpinan ini dirayakan secara sederhana dengan acara syukuran yang berlangsung di gedung kesenian Saumlaki, pada Selasa (22/5).

Acara syukuran ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahubura, pimpinan SKPD lingkup pemerintah provinsi Maluku dan SKPD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah Kabupaten MTB, beserta unsur TNI-Polri, tokoh agama, pemuda, perempuan dan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Petrus Fatlolon mengungkapkan bahwa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Agustinus Utuwaly masih banyak yang belum dibuat.

"Saya bersama wakil Bupati, Sekda dan seluruh pimpinan SKPD berterima kasih kepada Tuhan yang maha kuasa, karena atas berkat, perlindungan dan pernyataan Tuhan, kita bersama sama dengan seluruh ASN dan lapisan masyarakat dapat melaksanakan seluruh tugas dan karya, pengabdian pelayanan kita, baik di bidang pemerintahanan, pembangunan maupun pelayanan publik selama satu tahun ini, walaupun belum banyak yang kita buat,"ujarnya.

Dijelaskan, Kondisi MTB pada tahun 2017 saat dirinya bersama Wakil Bupati dilantik untuk melaksanakan tugas, ada banyak persoalan yang dihadapi, diantaranya tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Maluku diatas 26,7 persen, atau masih jauh dibawah target nasional 12 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara nasional di angka 70 point, sementara MTB baru berada di angka 60 point

Diuraikannya, kemiskinan dilihat dari
33 variabel, antara lain di bidang pendidikan yang masih rendah, lamanya usia sekolah, kesehatan yang belum maksimal, masih banyak rumah masyarakat yang berlantai tanah, beratap daun kelapa.

"Sesuai hasil kunjungan kami di beberapa daerah selama satu tahun ini, menemukan ada rumah dinas kepala sekolah masih beratap daun kelapa, berdinding bambu dan sudah hampir roboh,"ucapnya.

Kemudian masih ada juga banyak rumah warga di desa yang belum mendapat pelayanan air bersih dan menikmati listrik.

Semua persoalan tersebut, tentunya harus disikapi dan perlu ada intervensi dan kontribusi kontinyu dari 17 SKPD.
"Kita tidak saling menyalahkan siapa yang bertanggungjawab, tetapi saatnya kita berbenah kebutuhan daerah untuk secara bertahap kita tangani sesuai kemampuan keuangan daerah yang kita miliki,"tuturnya.

Selain itu dirinya bersama Wakil Bupati diperhadapkan dengan laporan keuangan. Walapun demikian dalam laporan tersebut sudah mengalami peningkatan dari Disclaimer menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Ada beberapa faktor penyebab, yaitu hutang pihak ketiga ratusan milyaran, persoalan aset yang susah cukup lama, kualitas laporan keuangan daerah termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditentukan belum maksimal. Dari Rp 49 miliar yang ditargetkan, baru tercapai Rp18,7 miliar.

Untuk itu, perlu ada pergerakan khusus untuk meningkatkan PAD guna membiayai pembangunan di segala sektor.

Terlepas dari hal tersebut, dalam satu tahun ini pihaknya baru menyelesaikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang dikondisikan dengan kemampuan keuangan daerah.
"Dimana dalam tahun ini, pemerintah daerah MTB telah menganggarkan sejumlah dana untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan, salah satu mengatasi kemiskinan pada 33 variabel dimaksud, diantaranya pendidikan yang dikemas dalam BOSDA yang dimaksudkan untuk mengkafer seluruh biaya operasional sekolah, sehingga mulai tahun ini tidak ada lagi biaya untuk masuk sekolah, ujian akhir, dan biaya lain, termasuk sarana prasarana lain di sekolah,"jelasnya.

Menurut Fatlolon, program ini populer disebutkan sebagai pendidikan gratis, namun pemda memberikan subsidi atas tanggungjawab sekolah sehingga tidak membebankan orang tua.

Begitu juga di bidang kesehatan, pihaknya menganggarkan untuk menjalani pengobatan gratis.

"Di bidang infrastruktur, kami merencanakan membuka jalan poros baru yang dilaksanakan tahun ini. Ada juga perpanjangan Bandar Udara Mathilda Batlayeri dari 1650 meter menjadi 1850 meter,"tandasnya.

Orang nomor satu di bumi Duan Lolat, mengakui ada beberapa inovasi baru yang dilakukan selama kepemimpinan, yakni membayar gaji pegawai yang sebelumnya manual, kini telah melalui bank.

Di tahun pertama ini, dirinya bersama Wakil Bupati baru hanya bisa membenahi birokrasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta mempersiakan sumber daya manusia untuk terlibat langsung dalam operasional blok masela.

Untuk itu, dirinya patut berterima kasih lewat dukungan Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Pusat yang telah menetapkan Tanimbar Selatan sebagai lokasi pembangunan LNG Blok Masela. Sedangkan Selaru sebagai daerah pertahanan keamaanan TNI AD, AL dan AU.

"Kita tau banyak daerah yang mengharapkan agar dibangun di daerahnya, tetapi atas dukungan Pemprov Maluku, Pempus telah menetapkan di Kabupaten MTB tepatnya di kecamatan Tanimbar Selatan,"katanya.

Selain itu, Pemkab MTB telah mendapat jatah kouta penerimaan CPNS sebanyak 316 orang, dengan prioritas pada sektor pendidikan dan kesehatan yang akan disampaikan setelah pilkada. Dengan harapan bisa mengatasi kekurangan tenaga guru dan kesehatan.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya telah membentuk panitia HUT Kabupaten MTB, Oktober mendatang.

Selain melaksanakan beberapa kegiatan perlombaan, juga dilakukan kajian untuk mengetahui secara detail sejarah Tanimbar, Duan Lolat, dan Saumlaki sebagai ibukota MTB.

"Sebagai bagian untuk meningkatkan kebudayaan, saya telah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk memprogramkan pelajaran muatan lokal bahasa daerah MTB, yang terdiri dari lima bahasa daerah,"tandasnya.

Selain di bidang pendidikan, Fatlolon juga akan menerapkan penggunaan bahasa daerah di pemerintahan.
Hal ini dimaksudkan agar bahasa daerah tidak punah, karena termakan kemajuan teknologi.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dengan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan di Tanimbar bumi Duan Lolat tercinta ini,"terangnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Zeth Sahuburua dalam sambutannya, mengharapkan kepada semua masyarakat MTB untuk terus mendukung kepemimpinan Bupati - Wakil Bupati, Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwali hingga akhir masa periode di tahun 2022.

"Rakyat memiliki kekuatan besar untuk bersama-sama pemerintah untuk membawa MTB ke arah yang lebih baik. Sehingga duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, dengan daerah lainny,"ucapnya.

Dirinya juga meminta seluruh jajaran legislatif untuk mengawal segala proses pemerintahan dan pembangunan di Bumi Doan Lolat ini, sehingga dapat berjalan dengan baik.

"Keberhasilan MTB bukan hanya untuk daerah ini saja, namun secara keseluruhan Maluku,"pungkasnya.

Tak lupa dirinya meminta dukunhan masyarakat, dalam menjaga kamtibmas menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlangsung 27 Juni mendatang.
"Bantu TNI-Polri dalam menjaga keamanan disini, sehingga pesta demokrasi lima tahunan ini bisa berjalan dengan damai, aman dan lancar,"pintanya. (JWL)