Sidang Vonis Kasus Bandara Arara

Dua Terdakwa Divonis Bervariasi

No comment 150 views


banner 160x600
Women face

AMBON - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi studi kelayakan Bandara Arara di Wahai Kabupaten Maluku Tengah, dengan terdakwa Widodo Budi Santoso dan terdakwa Endang Septawati. Kembali di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang ada pada pengadilan negeri Ambon Senin (4/9).
Dalam sidang tersebut majelis beragendakan pembacaan vonis oleh hakim.
Majelis hakim dalam amar putusannya mengungkapkan. Terdakwa Widodo Budi Santoso alias Santo dan terdakwa Endang Septawati, berdasarkan bukti bukti baik berupa keterangan saksi saksi maupun alat bukti surat. Kedua terdakwa terbukti bersalah. Melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 3 undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi juncto undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahub 1999 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Oleh karena kedua terdakwa terbukti bersalah, maka kedua terdakwa dijatuhi hukuman penjara. Terdakwa Widodo Budi Santoso alias Santo di jatuhi hukuman penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp.50 juta. Selain itu juga terdakwa Santo diharuskan membayar kerugian negara sebesar Rp.400 juta lebih.
Sedangkan terdakwa Endang septawati dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun dan denda sebesar 50 juta.
Menanggapi vonis majelis hakim ini Penasehat hukum kedua terdakwa dan jaksa penuntut umun menyatakan pikir pikir.
Dengan di vonisnya Santo dan Endang. Maka ke empat terdakwa kasus korupsi bandara Arara ini telah di vonis.
Sebelumnya majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 1.6 tahun kepada John Rante selaku PPK dalam.kasus tersebut. Sedangkan Benny Gasperzs yang saat itu menjabat selaku kepala dinas perhubungan provinsi Maluku merangkap Kuasa Pengguna Anggaran di vonis penjara selama 2.6 bulan. (JWL)