Dua Kepsek Di Ambon Terancam Dimutasi

No comment 1386 views


banner 160x600
Women face

Ambon, - Dua kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) ternama di Kota Ambon terancam di mutasi oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapssy atas ketidakhadiran mereka saat diundang untuk mengikuti sosialisasi jabatan fungsional guru dan angka kreditnya di dlingkup Pemerintah Kota Ambon yang berlangsung di Pasific Hotel, Rabu (22/11).

Hal ini disampaikan saat Walikota sementara mengambil absen para kepala sekolah (kepsek) yang hadir. Dari 22 SMP di Kota Ambom hanya dua Kepsek yang mewakilkan stafnya untu mengikuti kegiatan tersebut, kedua kepsek tersebut yakni Kepsek SMP N 4 Ambon dan SMP N 6 Ambon.

Mendengar ketidakhadiran kedua pimpinan lembaga pendidikan itu, Walikota Ambon naik darah. Segera dengan lantang, dirinya mengancam para Kepsek yang memiliki sifat acuh seperti dua kepsek yang tak hadir itu.

" kenapa sampai saya agak keras untuk ini, karena saya sendiri sebagai Walikota dalam setiap kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengedukasi pasti saya ikuti secara baik karena apa itu penting sekali untuk ditransfer kepada masyarakat," ungkapnya.

Dan oleh sebab itu, kegiatan ini kita lakukan karena dalam kenyataannya begitu banyak kesalahan yang terjadi pada waktu penyusunan DUPAK dan PAK apalagi dal rangka merumuskan karya ilmiah dan bersifat inovasi.

" Jadi jangan menganggap sekolah kalian sudah menjadi sekolah unggulan lalu mengabaikan tanggung jawab seperti ini, jangan saya emosi lalu minggu depan saya kasi pindah(dialeg Ambon). Ini serius saudara-saudara , karena ini menyangkut nasib dari pada masa depan anak-anak kita," ucapny Kesal.

kalau ada kesalahan dalam menyusun dan membrikan penilaian secara objektif untuk angka kredit bagi prestasi guru-guru, maka hal ini akan berdampak.

Karena itu dharapkannya, jangan pernah mengabaikan tudgas dan tanggung jawab sekecil apapun itu. Karena sebagai pemimpin suatu lembaga, apalagi lemaga pendidikan. Maka kita punya kewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa.

Sehingga ketidakhadiran ke dua kepsek ini harus me jadi catatan penting bagi kepsek lainnya, agar peristiwa seperti ini tidak terulang.(MQN)