Perombakan Birokrasi Pemkot Ambon

Diduga Jadi Ajang "Balas Dendam" Walikota

No comment 984 views


banner 160x600
Women face

AMBON - Dipenghujung tahun 2017, walikota AMBON memberikan kado yang yang rasanya campur aduk ibarat salah satu permen yang bercita rasa asam dan manis.

Bagaimana tidak, dipenghujung tahun 2017, pemkot Ambon melakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Namun sayangnya rotasi dan mutasi dilingkup pemkot Ambon ini diduga menjadi arena balas dendam politik Richard Louhenapessy selaku orang nomor satu di kota Ambon ini.

Dari data yang didapat Fakta Maluku, dugaan aksi balas dendam Louhenapessy ini terlihat dengan didepaknya beberapa pejabat dilingkup pemerintah kota Ambon yang diduga tidak berpihak kepada Louhenapessy saat Pilkada Kota Ambon kemarin.

Pieter Saimima yang dulunya menjabat selaku kepala dinas perhubungan kota Ambon menjadi korban dugaan aksi balas dendam politik Louhenapessy. Saimima didepak dari jabatannya selaku kepala dinas perhubungan kota Ambon. Tidak sampai disitu saja, walikota Ambon Richard Louhenapessy bahkan menonjobkan Saimima.

Padahal dari data Fakta Maluku, selama menduduki jabatan kepala dinas perhubungan kota Ambon, Saimima dinilai mampu menata dinas yang dipimpinnya itu. Tidak itu saja, mantan kepala dinas kelautan dan perikanan kota Ambon ini juga mampu meningkatkan bahkan memenuhi target PAD yang ditetapkan.

Namun diduga lantaran tidak berpihak pada Louhenapessy saat pilkot kemarin, Saimima lantas dinonjobkan. Dan hingga kini kursi kepala dinas perhubungan kota Ambon masih kosong.

Korban dugaan balas dendam politik walikota Ambon yakni Donald Silsilah. Mantan kepala bagian umum pemkot Ambon itu juga dilengserkan dari jabatan dan dinonjobkan. Posisi Solsolai ditempati oleh Christ Waass.

Nasib yang sama juga dialami mantan kepala dinas pendapatan kota Ambon Joppy Silanno. Silanno diberikan jabatan "gula gula" sebagai staff ahli walikota.

Serupa dengan itu, mantan kepala dinas tata kota, Denny Liliporry juga dilengserkan dari jabatannya lantaran diduga tidak berpihak kepada walikota ambon saat Pilkada kemarin.

Dugaan aksi balas dendam Richard Louhenapessy ini sekaligus menepis pernyataannya sendiri beberapa waktu lalu ketika diwawancarai wartawan terkait rencana mutasi dan rotasi tersebut.

Dimana Richard Louhenapessy menegaskan dan menjamin, tidak ada yang namanya balas dendam politik dari rotasi dan mutasi yang nantinya akan dilakukan.(JWL)