Bangsa Adat Alifuru Serukan Hentikan Penindasan Anak Adat

No comment 1641 views


banner 160x600
Women face

AMBON, - Saniri Ina Ama Maluku yang merupakan himpunan anak-anak adat Alifuru, menghimbau semua pihak termasuk pemerintah, guna menghentikan penindasan terhadap anak adat, khususnya anak adat bangsa Alifuru di Maluku.

Penegasan tersebut disampaikan Minggus Mainassy salahtokoh adat dan pemuka negeri Amahei kepada wartawan Sabtu (9/9) di Ambon.

Diungkapkan Mainassy, bangsa Adat Alifuru yang mendiami bumi Maluku, memiliki tatanan adat dan budaya tersendiri yang merupakan warisan leluhur secara turun temurun.  Selain itu bangsa adat Alifuru juga merupakan pemegang hak ulayat di tanah Maluku.

“Hak ulayat bangsa adat Alifuru ini merupakan warisan yang tak ternilai harganya bagi kami anak cucu. Dan hak-hak kami ini tetap kami jaga serta lestarikan dan dikelola oleh kami untuk kesejahteraan bangsa ada Alifuru, “ beber Mainassy.

Ditambahkannya, dalam perjalan waktu, apa yang menjadi hak bangsa adat Alifuru ditanah Maluku. Berbagai pihak dengan sengaja dan serakah telah mencaplok hak-hak bangsa adat Alifuru tersebut. Dimana kedatangan berbagai pihak termasuk pemerintah secara terstruktur dan sistematis menjajah bah-hak bangsa adat Alifuru.

“Selain itu terjajahnya babgsa Adat Alifuru ditanah sendiri ini menyebabkan bangsa adat Alifuru tergeser. Bahkan tatanan adat yang merupakan warisan leluhur juga dengan sengaja digeser kaum penjajah. Hal yang sama juga terjadi dan berlaku bagi bangsa-bangsa ada di wilayah lain di seluruh dunia “ tegasnya.

Senada dengan itu Saleh Rumuar tokoh adat dari Negeri Kilbata kabupaten Seram Bagian Timur juga menambahkan,  berdasarkan realita yang terjadi di bumi Maluku, maka anak-anak adat Alifuru yang tergabung dalam Saniri Ina Ama memandang perlu menyampaikan pernyataan sikap mereka.

“Kami mengutuk keras semua rekayasa dan strategi jahat yang dilakukakn pihak manapun untuk merusak, merampok, dan menghancurkan tatanan kehidupan orang Maluku serta alam dan tanah Maluku yang menjadi hak ulayat orang Maluku, “ papar Rumuar.

Tagal itu lanjut Rumuar, anak anak adat bangsa adat Alifuru meminta semua pihak yang dengan sengaja maupun tidak sengaja merusak alam dan tatanan kehidupan orang Maluku. Guna berhenti melakukan tindakan kejahatan mereka terhadap bangsa adat Alifuru.

Dan apabila pernyataan sikap dan seruan anak-anak adat Alifuru yang mendiami bumi Maluku ini tidak diindahkan tambahnya, maka bangsa adat Alifuru di Maluku akan secara serempak melakukan sasi adat terhadap semua aset yang menjadi milik bangsa adat Alifuru di Maluku.

“Tagal itu kami menghimbau kepada semua anak ada Alifuru di Maluku bahkan semua bangsa adat dimana saja berada. Guna bersama-sama bangkit melawan penindasan yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang mencoba menghancurkan tatanan adat dan bumi serta kekayaan alam yang dimiliki bangsa-bangsa adat di dunia termasuk bangsa adat Alifuru di Maluku, “ tukasnya.

Hadir dalam jumpa pers tersebut, selain tokoh adat Amahei, Minggus Mainassy, tokoh adat negeri Kilbata, Saleh Rumuar. Hadir juga beberapa tokoh adat bangsa Alifuru yakni. Ines Angkotamony dari negeri Hukurila, Julius Tomaluweng dari negeri Passo, Dominggus Lelapari dari negeri Hative Besar, Paulus Siwalette dari negeri Alang, Baim Umalela dari negeri Asilulu, Soleman Salou dari Kisar, Kace Fenanlampir dan Alex Angwarmasse dari Tanimbar. (JWL)