Ambon Peringkat Teratas Penyaluran Kredit Tertinggi

No comment 206 views


banner 160x600
Women face

Ambon,- Kota Ambon masih menduduki peringkat teratas sebagai daerah dengan penyaluran kredit tertinggi diikuti oleh Kabupaten Maluku Tenggara/Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tengah, masing-masing sebesar Rp5,86 Triliun, Rp1.70 Triliun dan Rp1,36 Triliun.

Peningkatan penyaluran kredit posisi Juni 2017 masih didominasi oleh kredit konsumtif sebagai penyumbang terbesar yaitu sektor Rumah Tangga Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga lainnya sebesar Rp405,50 Miliar (13,83%) dan bukan lapangan usaha lainnya sebesar Rp390,91 Miliar (14,57%). Namun perkembangan positif juga diperlihatkan oleh sektor produktif sebagaimana yang terlihat pada perdagangan besar dan eceran yang meningkat sebesar Rp72,65 Miliar (3,47%) dan sektor industri pengolahan sebesar Rp30,26 Miliar (43,44%).

Pernyataan ini disampakan kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Bambang Hermanto pada Media Up date, Sabtu (26/8). Menurutnya, secara umum penyaluran kredit perbankan di Provinsi Maluku posisi juni 2017 tercatat meningkat sebesar (yoy) atau senilai Rp931,94 Miliar, namun sedikit melambat dibandingkan dengan posisi bulan Mei yang tercatat sebesar 10,15% (yoy).

Sementara itu dikatakannya, daerah dengan pertumbuhan kredit tertinggi posisi Juni 2017 adalah Seram Bagian Timur yang tumbuh sebesar 23,66% dibanding bulan yang sama tahun
sebelumnya, diikuti oleh Kepulauan Aru (18,35%) dan Seram Bagian Barat (17,45%).

Bambang menjelaskan, terjadi sedikit perlambatan penyaluran kredit pada tiga sektor ekonomi yaitu Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan yang pada posisi Mei 2017 tumbuh sebesar 32,00 persen (yoy) menjadi 24,03 persen (yoy) atau senilai Rp22,19 Miliar pada posisi Juni 2017, dikuti sektor perdagangan besar dan eceran dari sebesar 5,28% (yoy) menjadi 3,47% (yoy) atau senilai Rp72,64 Miliar dan sektor Jasa Pendidikan dari sebesar 88,75% (yoy) menjadi sebesar 33,01% (yoy) atau senilai Rp414 juta.

Lanjutnya, penyaluran kredit sektor produktif berkembang positif, secara agregrat atau kredit modal kerja dan investasi tumbuh sebesar 0,33 persen (yoy) atau senilai Rp10,42 Miliar menjadi Rp3.199,55 Miliar, sedikit menurun dibandingkan posisi Mei 2017 sebesar 1,80% (yoy) atau senilai Rp55,37 Miliar.

 " OJK selaku regulator akan selalu bersinergi dengan industri jasa keuangan dalam upaya pengembangan ekonomi di Provinsi Maluku, dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat agar pada semester ke 2 tahun 2017 dapat mencapai target pertumbuhan kredit 12 persen di akhir tahun 2017," ungkapnya.

Sedangkan jumlah rekening kredit tumbuh sebesar 0,84% (yoy) atau sejumlah 953 rekening menjadi 114.912,sedikit melambat dibandingkan posisi Mei 2017 yang tercatat sebesar 1,07% (yoy). sementara itu, jumlah rekening kredit UMKM menurun sebesar 0,94% (yoy) menjadi 45.765 rekening
, hampir sama dengan posisi April 2017 yang menurun sebesar 0,72% (yoy).

Namun demikian Tegas Bambang, penurunan jumlah rekening
kredit UMKM tersebut tidak berdampak cukup signifikan terhadap perkembangan kredit UMKM karena outstanding kredit usaha mikro, kredit usaha keci dan kredit Usaha menengah masih tetap menunjukkan peningkatan.(MQN)