Penetapan Tersangka Kasus Terminal Transit Tuai Kontroversi

Alkatiri : Mengapa Sekot Tidak Tersentuh

No comment 228 views


banner 160x600
Women face

Penetapan Tersangka Kasus Terminal Transit Tuai Kontroversi

Alkatiri : Mengapa Sekot Tidak Tersentuh

AMBON, - Penetapan tiga oranh tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan terminal transit Passo yakni mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Angganoto Ura, rekanan proyek terminal transit Passo, Amir Gaos Latuconsina dan Jhon menuai kontrofersi. Pasalnya penyidik dalam kasus dugaan korupsi proyek terminal transit Passo ini dianggap tebang pilih.
Hal tersebut diungkapkan Mahmud Alkatiri SH,.salah satu praktisi hukum di kota Ambon kepada Fakta Maluku Selasa (29/8).
Dijelaskan Alkatiri, semestinya penyidik kejati Maluku berani Menetapkan Sekretaris Kota Ambon A.G. Latuheru selaku salah satu tersangka dalam kasus ini.
"Dugaan keterlibatan Latuheru terlihat saat tahap dua proyek tersebut. Dimana tahap dua proyek tersebut oleh Latuheru dilakukan dengan penunjukan langsung,"bebernya.
Apa yang diduga dilakukan Latuheru inj papar Alkatiri, jelas jelas menyalahi Perpres nomor 80 tentang proses tender. Dimana yang dapat dilakukan penunjukan langsung adalah proyek yang nilainya dibawah Rp.200 juta.
Sedangka pembangunan tahap kedua proyek tersebut, nilainya mencapai lebih dari Rp.200 juta, bahkan mencapai miliaran rupiah.
Dan hal tersebut tambahnya, juga tertuang dalam dokumen proyek pembangunan terminal transit Passo.  "Jujur saya juga bingung, kenapa dugaan keterlibatan A.G.Latuheru dalam kasus ini tidak didalami kejaksaan. Kami menduga kalau itu memang benar. Maka dugaan adanya dokumen proyek terminal transit yang hilang, bisa jadi itu benar,"tegasnya.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, diduga salah seorang oknum jaksa berinisial EH diduga telah terlebih dahulu mengambil dokumen proyek terminal transit Passo dari dinas perhubungan kota Ambon. Dimana saat pengambilan dokumen tersebut yang diduga dilakukan EH ini. EH sama sekali tidak mengantongi surat perintah dari Kejaksaan Tinggi Maluku.
Dan hal ini juga dibenarkan sumber terpercaya Fakta Maluku di Dinas Perhubungan kota Ambon.
Dugaan sengaja dihilangkannya beberapa dokumen penting proyek Pembangunan terminal transit semakin nyata. Lantaran tidak disentuhnya Sekot Ambon dalam kasus tersebut. (JWL)