106 Siswa SMA Dan SMK Ikut Workshop Dan Lomba Film Pendek

No comment 229 views
banner 160x600

Women face

AMBON - Sebanyak 106 orang siswa SMA Dan SMK di pada beberapa sekolah di provinsi Maluku, dilibatkan dalam pembuatan film pendek.
Ke 106 orang siswa SMA dan SMK tersebut berasal dari Kota Ambon, Pulau Buru Dan Kabupaten Maluku Tengah.

Baca Juga: TdAM Untuk Perkenalkan Wisata Maluku
Baca Juga: Pembangunan Asrama Haji Antara Maluku Dikebut  

Pembuatan film pendek yang digagas BNPT dan FKPT Maluku ini mengangkat thema Menjadi Indonesia. Dan menghadirkan salah satu artis nasional.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat FKPT Maluku, Letkol Setyo Pranowo SH, MM dalam sambutannya pada acara tersebut mengungkapkan.

Workshop dan lomba pembuatan film pendek bertajuk Menjadi Indonesia yang dikuti siswa SMA Dan SMK menjadi sangat strategis. Lantaran kegiatan ini menjadi salah satu wahana pencegahan berkembangnya radikalisme dan terorisme di Maluku.

"Ada beberapa elemen yang menjadi kunci keberhasilan penanggulangan teroris, yakni penanaman pancasila sebagai pandangan hidup, " ujar Pranowo

elemen lainnya lanjut Pranowo, yakni sinergitas semua komponen masyrakat. elemen berikutnya adalah penguatan nilai nilai lokal, guna mencegah paham radikal.

"Sejak workshop dan lomba film pendek ini digelat pertama kalinya oleh BNPT pada tahun.2016. Tercatat sebanyak 1200 karya film pendek telah dihasilkan oleh siswa yang mengikuti ajang ini, " bebernya.

film film pendek produksi siswa SMA dan sederajat ini, disebarkan lewat media sosial dan telah ditonton oleh lebih dari 22 juta orang.

Diharapkan kegiatan workshop dan lomba film pendek yang digelar BNPT dan FKPT Maluku ini. Dapat lebih menanamkan rasa cinta tanah air dan menjadi pengkal radikalisme dan terorisme dikalangan remaja.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan assisten bidang pembangunan dan keuangan Pemprov Maluku Ronny Tairas mengungkapkan. Gerakan radikalisme dan terorisne senantiasa mewarnai perjalanan sejarah bangsa.

Aksi terorisme lewat kelompok kelompoknya terus mengalami banyak perubahan. Baik menyangkut modus, bentuk ancaman, jaringan maupun sasaran Dan aksi teror.

lebih jauh diungkapkan, pergeseran paradigma tersebut. Dapat dilihat dari banyaknya kontra narasi yang bernada kebencian, penghasutan dan permusuhan.

Berbagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme yang dilaksanakan sebagai pengabdian terbaik bagi kelangsungan kehidupan anak bangsa. (JWL)